Begini Persiapan BPBD Jabar Hadapi Bencana di 2019

by

Jawa Barat adalah satu di antara provinsi yang paling rawan terjadi bencana.

Kabupaten Cianjur, Garut, dan Sukabumi, menjadi tiga kabupaten dengan tingkat kerawanan tertinggi secara nasional.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Supriyatno, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah persiapan.

Dari sumber daya manusia, kata Supriyatno, semua tenaga sumber daya manusia BPBD Jabar telah terlatih untuk menanggulangi bencana, baik untuk pengiriman logistik atau evakuasi korban.

“Ada 50 orang untuk siap terjun, baik untuk pemantauan secara ril, unit reaksi cepat bergerak ke tempat, dan juga pendukungnya, kendaraan logistik dan lain-lain kami siap,” ujarnya ketika ditemui Tribun Jabar di Kantor BPBD Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Kamis (10/1/2019).

Secara umum, kata Supriyatno, tugas BPBD dalam penanganan bencana dibagi dalam tiga bidang, yaitu kesiapsiagaan, logistik, dan rehabilitasi.

Kesiapsiagaan adalah tugas BPBD dalam mitigasi dan edukasi masyarakat terhadap bencana.

BPBD Jabar berupaya menyosialisasikan mitigasi bencana dengan menggelar simulasi bencana, bekerja sama dengan beberapa sekolah dan perkantoran.

Dalam simulasi tersebut, masyarakat akan diarahkan BPBD Jabar mengenai apa yang harus dilakukan ketiga bencana terjadi dan ke arah mana mereka berlari menyelamatkan diri.

“Segala jenis bencana kami ada simulasi untuk mendidik. Supaya kami menjadi provinsi yang tangguh dalam bencana, tapi ya mudah-mudahan bencana jangan terjadi,” ujarnya.

Sedangkan bidang kedaruratan adalah pengiriman logistik ke lokasi bencana, termasuk bantuan untuk evakuasi korban.

 

“Ketika terjadi bencana, kami sudah siap kedaruratannya, bantuannya, tindakan, dan logistik yang diperlukan saat kejadian,” ujarnya.

Sedangkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan setelah masa darurat bencana selesai.

Mengenai bencana di Jawa Barat, kata Supriyatno, ada beberapa daerah yang menjadi langganan bencana semisal banjir dan longsor.

Menurut Supriyatno, selalu ada kemungkinan bencana berulang terjadi beberapa lokasi.

“Kalau sekarang musim hujan, kami stressingnya di kesiapan menghadapi bencana (yang diakibatkan) hujan,” ujarnya.

Manajer Pusdalop BPBD Jabar, Adwin, menambahkan, Jawa Barat memang sering terjadi bencana.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Jabar, pada 2017, terjadi 1311 kejadian bencana.

Sedangkan pada 2018, terjadi 1.561 kejadian bencana.

“Kalau misal rata-rata 1200 bencana terjadi dalam satu tahun, kalau dibagi 12 bulan, sekitar 100 bencana setiap bulan, kalau diratakan, dibagi 30, berarti satu hari tiga kejadian bencana,” kata Adwin memberikan gambaran.

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com