Bekas Surat Suara Pilgub Jadi Sampah

by -14 views

Bekas Surat Suara Pilgub Jadi Sampah

Jatinangorku.com – Sebanyak 32,5 juta lembar surat suara bekas Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 menumpuk dan sebagian menjadi sampah. Dokumen itu menggunung di atap kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Jln. Garut Bandung, Rabu (4/9). 

KPU Jabar merasa terbebani dengan menggunungnya bekas surat suara tersebut karena harus menganggarkan dana operasional untuk pemeliharaan.

Berdasarkan pantauan “GM”, tumpukan bekas surat suara tersebut terlihat jelas dari tempat parkir kantor KPU. Tumpukan bekas surat itu ditutupi terpal berwarna biru dan sudah menggunung sejak beberapa minggu lalu. 

Menurut Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat pihaknya terpaksa menyimpannya di atas dak kantor KPU Jabar, karena tidak ada gudang. Bekas surat suara itu limpahan dari KPU kabupaten/kota. Pihak kota/kabupaten terpaksa menyerahkannya ke KPU Jabar karena mereka juga tidak memiliki gudang.

“Selain itu, kota/kabupaten harus mengosongkan kotak suara menghadapi pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilpres). Ya, kami merasa terbebani, karena sesuai aturan bekas surat suara tersebut tidak boleh rusak dan tidak boleh dijual atau dimusnahkan selama lima tahun setelah proses pilgub,” jelas Yayat kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (4/9).

Menurutnya, secara informal ia sudah menyampaikan masalah ini ke KPU RI. Bekas surat suara itu lebih baik dimusnahkan saja setelah semua proses pilgub selesai. Namun belum ada tindak lanjutnya. Ia pun berencana meminta bangunan untuk dijadikan gudang ke Pemprov Jabar. 

Apalagi KPU Jabar tidak memiliki anggaran untuk menyewa gudang. “Nanti kita ngobrol dengan gubernur minta gudang,” jelasnya.

Pihaknya tidak bisa memusnahkan begitu saja bekas surat suara itu karena ada aturannya. Begitu pun untuk melelangnya, sebab merupakan kewenangan pihak lain, di antaranya pengelolaan kas daerah (PKN). 

“Setahu saya, bekas surat suara itu bisa dilelang selama nilai ekonomis lelang lebih tinggi dari proses lelangnya. Kalau nilai ekonomisnya lebih rendah dari proses lelangnya, lebih baik bekas surat suara itu dimusnahkan saja,” jelasnya.

Sumber : http://klik-galamedia.com