Belajar Tatap Muka di Sumedang Diwacanakan Januari 2021, Dony: Harus Dipersiapkan Secara Matang

by -40 views
Belajar Tatap Muka di Sumedang Diwacanakan Januari 2021, Dony: Harus Dipersiapkan Secara Matang
Belajar Tatap Muka di Sumedang Diwacanakan Januari 2021, Dony: Harus Dipersiapkan Secara Matang

Belajar Tatap Muka di Sumedang Diwacanakan Januari 2021, Dony: Harus Dipersiapkan Secara Matang – Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir mewacanakan pemberlakuan belajar tatap muka untuk tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama akan dimulai pada Januari 2021. Karena itu sebut dia, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung.

Menurut Dony, pembelajaran tatap muka di Kabupaten Sumedang sebagai tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, bahwa sekolah tatap muka bisa digelar mulai tahun depan.

“Kebijakan dari pusat akan kami follow up. Sekolah tatap muka Januari. Saat ini kami sedang persiapkan secara matang sarana prasarana sekolah untuk belajar tatap muka,” kata Dony. Minggu, 22 November 2020.

Atas adanya rencana kebijakan tersebut, pihaknya disebutkan Bupati akan melakukan pembahasan tersebut dengan Forkopimda sekaligus melakukan evaluasi adaptasi kebiasaan baru yang saat ini berlaku di Kabupaten Sumedang. “Kami akan menyiapkan langkah-langkah ke depannya berkaitan dengan pendidikan tatap muka ini,” imbuh dia.

 

Baca Juga :  Kisah Inspiratif! Siswa SMPN 2 Jatinangor Berjualan Cireng hingga Mencari Rongsokan untuk Biaya Sekolah

 

Dikatakan Bupati, sebelum benar-benar kebijakan sekolah tatap muka untuk tingkat SD dan tingkat SMP diterapkan di Kabupaten Sumedang. Terlebih dahulu pihaknya akan melakukan simulasi. Hal ini dikatakan Dony, penting dilakukan untuk memastikan kesiapan sekolah menggelar tatap muka. “SMA kan sudah, ya, nanti SMP kami simulasikan,” jelasnya.

Menurutnya, pemberlakuan sekolah tatap muka harus dipersiapkan secara matang. Mengingat besarnya potensi kerumunan pada anak tingkat SD dan SMP. Dony menegaskan, pihaknya tidak ingin ada klaster Covid-19 di lingkungan pendidikan. “Jadi kami harus persiapkan, dimatangkan, harus ada simulasi. Karena kan luar biasa kalau ada kerumunan, anak-anak ini kan susah dikendalikan. Jadi sudah harus dimatangkan dulu ketika berangkat dan pulang sekolah,” katanya

 

 

 

Sumber : https://aksarajabar.pikiran-rakyat.com/