Bendung Rengrang Terkendala Pembebasan Lahan

by -24 views

Jatinangorku.com – Pemkab Sumedang gagal lagi membebaskan lahan untuk pembangunan Bendung Rengrang. Ini kegagalan ketiga kalinya dilakukan Pemkab Sumedang untuk mengalokasikan anggaran pembebasan lahan.

Bendung Rengrang ini merupakan kompensasi atas hilangnya 1.200 hektare sawah yang terendam Bendungan Jatigede. Namun pembangunan Bendung Rengrang ini terhambat pembebasan lahan.

Untuk pembebasan lahan itu dibutuhkan sekitar Rp 100 miliar dan menjadi tanggungjawab Pemprov Jabar. “Tahun ini tidak ada alokasi anggaran dari Pemprov Jabar untuk pembebasan lahan Bendung Rengrang,” kata Asep Darmawan, Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset.

Sebelumnya, mendiang Bupati Endang Sukandar pada tahun 2013 berhasil meminta dana ke pemerintah pusat untuk Bendung Rengrang ini. Namun menjelang akhir tahun 2013, Bupati Endang Sukandar wafat. Pemerintah pusat sudah mengalokasikan dana untuk pembangunan selama lima tahun mencapai Rp 200 miliar pada tahun 2014. Pada tahun 2014 sebesar Rp 5 miliar sudah digunakan oleh kontraktor. Sedangkan untuk tahun 2015 dialokasikan sebesar Rp 24 miliar, tahun 2016 sebesar Rp 69 miliar, tahun 2017 sebesar Rp 70 miliar dan 2018 sebesar Rp 32 miliar. Pembangunan tersebut diharapkan dapat selesai pada tahun 2017.
Pemenang tender sudah ada dan alat berat ada di lokasi namun proyek tak bisa dikerjakan karena lahan belum dibebaskan.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD, Atang Setiawan menyebutkan DPRD pada tahun 2015 sudah mengalokasikan Rp 1,9 miliar. “Dana itu sebagai pendamping dari dana pembebasan lahan yang akan dialokasikan Pemprov Jabar. Ternyata APBD Jabar tak pernah mengalokasikan dana pembebasan lahan sampai saat ini,” kata Atang.

Menurutnya, Bendung Rengrang ini merupakan kompensasi atas dibangunnya Bendungan Jatigede sehingga semua pembiayaan harus dari pemerintah usat dan Pemprov Jabar. “Saya tak tahu apa yang dilakukan Pemkab Sumedang sehingga kembali gagal mendapat alokasi dana untuk pembebasan,” kata Atang.
Anggota Komisi B DPRD, Idad Istidad menyebutkan akibat dibangunnya Bendungan Jatigede sebanyak 1.200 hektare sawah produktif hilang. “Akibatnya Sumedang kehilangan 110 ribu ton padi. Kami meminta kompensasi dibangung Bendung Rengrang, pemerintah pusat sudah mengalokasikan dana Rp 200 miliar namun Pemprov Jabar tidak menganggarakan untuk pembebasan lahannya,” kata Idad.
Bendung Rengrang ini mmebentung aliran Sungai Cipeles di Blok Cioray Gede di Kecamatan Paseh yang nantinya mengairi sekitar 2.000 hektare sawah di Paseh, Conggeang dan Ujungjaya.

Untuk Bendung Rengrang ini dibutuhkan lahan seluas sekitar 68 hektare mulai dari tapak bendung sampai saluran irigasinya.

Sumber : http://jabar.tribunnews.com/