Berandalan Motor Keroyok Bobotoh Hingga Tewas

by -27 views

Jatinangorku.com – Geng motor XTC kembali berulah. Kini sasarannya dua orang bobotoh. Bahkan satu di antaranya tewas setelah mendapatkan perawatan di RS Al Islam karena mengalami luka berat di bagian kepala.

Korban meninggal dunia yakni Herdi alias Eboh (22), dan korban luka berat yang saat ini masih dirawat adalah Sambas Tiar (30).

Hanya butuh beberapa jam, Sat Reskrim Polrestabes Bandung menangkap 12 orang pelaku pengeroyokan.

Ke-12 pelaku yang kini sudah diamankan di Mapolrestabes Bandung, yakni Iqbal (18), Iman Maulana alias Sobeng (18), Irwan Setiawan (18), Angga Anggiawan (18), Vicky Franesa (18), Rian Permana (19), Yogi Pratama alias Yogi (19), Ferdi (19), Irawan Firmasyah alias Iwan (19), Rizky Dwi alias Iweng (20), Pratama alias Tama (20) dan Alrizal Fauzi alias Roheng (23).

Selain itu, saat ini polisi masih memburu tiga pelaku lainnya yang dinyatakan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi mengatakan, insiden pengeroyokan terjadi setelah konvoi pesta kemenangan Persib, Senin (10/11/2014), sekitar pukul 00.30 WIB. Korban bersama sejumlah rekan dan pengeroyok awalnya secara terpisah ikut konvoi mengarak tim Persib membawa piala keliling Bandung, Minggu (9/11/2014).

“Dalam waktu 11 jam kita berhasil menangkap 12 pelaku. Tiga masih buron. Semuanya anggota gerombolan bermotor XTC,” katanya didampingi Kasat Reskrim AKBP M Ngajib di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (12/11/2014).

Ia mengungkapkan, insiden pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Kali Cipamokolan, Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Sebelum terjadi pengeroyokan, korban dan para pelaku sama-sama mengikuti arak-arakan konvoi kemenangan Persib.

Menurutnya, saat itu korban bersama sejumlah temannya naik mobil bak terbuka melintasi Jalan Kali Cipamokolan, tiba-tiba sekelompok orang menyerang. Para pelaku mengeroyok korban, dengan menggunakan bambu, balok, batu, dan batok kelapa.

“Pelaku gerombolan XTC. Korbannya anggota Brigez. Motifnya sementara dendam,” ujarnya.

Dia menyebutkan, pihaknya sendiri baru mendapat laporan mengenai insiden tersebut saat kedua korban dibawa ke RS Al Islam.

“Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut saat korban sudah berada di rumah sakit. Kami langsung menyelidiki. Kurun waktu sebelas jam, para pelaku berhasil kami tangkap,” ujar Mashudi.

Mashudi mengaku saat ini masih mengejar tiga pelaku lainnya. Selain itu untuk mengantisipasi kembali bermunculannnya gerombolan bermotor, pihaknya sudah menginstruksikan tindakan tegas dan terukur.

“Tindak tegas. Tembak di tempat juga bisa. Sudah saya perintahkan, tegas dan terukur,” katanya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 170 ayat 2 KUHPidana tentang pengeroyokan mengakibatkan orang luka dan meninggal dengan ancaman di atas lima tahun.

Sementara itu Alrizal, salah satu pelaku, tak membantah kalau dia dan pelaku lainnya kelompok XTC.

“Saya menjabat Ketua XTC cabang Ciwastra, punya 400 anggota. Waktu kejadian, sebagian kami pakai kaus Persib karena ikut konvoi. Korban dan beberapa temannya pakai baju Persib, tapi mereka juga bawa bendera Brigez,” katanya

Sumber : http://www.inilahkoran.com/