Bikin Kejutan, Pemanah Sumedang Kalahkan Juara SEA Games

by -153 views

 Atlet panah putri asal Kabupaten Sumedang Ratih Zilizati Fadhly membuat kejutan dengan meraih medali emas pada final panahan compound perseorangan putri di Lapangan Panahan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis, 11 Oktober 2018. Tidak diunggulkan di laga final, Ratih justru mampu tampil konsisten untuk mengalahkan unggulan utama yang merupakan juara SEA Games 2017 Sri Ranti.

Tampil fokus pada setiap sesi, Ratih memastikan medali emas setelah mencetak total skor anak panah 139 poin. Perolehannya unggul tiga poin atas seniornya asal Kabupaten Sukabumi Sri Ranti yang mencetak 136 angka.

“Gugup sudah pasti karena Sri Ranti adalah senior saya, dia sudah main panah lebih lama, bahkan meraih medali emas SEA Games dan tampil di Asian Games juga. Tapi saya mencoba fokus dan sepenuhnya berkonsentrasi, berdoa juga tentunya. Main lepas saja dan yakin bisa, hasilnya alhamdullilah (emas),” kata Ratih saat ditemui seusai menerima medali emas.

Kemenangan ini menjadi pencapaian terbaik Ratih di arena panahan, sekaligus menebus kegagalannya pada Porda XII/2014 di Kabupaten Bekasi. Saat itu, dia harus puas mendapatkan medali perak setelah dikalahkan oleh Sri Ranti pada final compound perseorangan putri.

“Ini pencapaian tertinggi saya di Porda. Sebelumnya di bawah Sri Ranti, rekan main saya waktu meraih perak PON 2016,” kata atlet berusia 21 tahun tersebut.

Medali emas yang diraih oleh Ratih merupakan medali emas perdana bagi Kabupaten Sumedang setelah delapan dari 12 nomor panahan rampung digelar. Pelatih Panahan Kabupaten Sumedang Dennie Novijanto mengakui, keberhasilan Ratih mengalahkan Sri Ranti menjadi kejutan.

“Ratih sebenanrya bukan unggulan kami untuk peraih emas awalnya hanya diproyeksikan meraih medali perak karena dia satu nomor dengan juara SEA Games. Tapi  olah raga selalu menghadirkan kejutan dan kami bersyukur karena keberhasilan Ratih merupakan kejutan itu,” kata Dennie.

Sementara itu, tim panahan Kabupaten Bandung berhasil menambah satu medali emas dari nomor compound perseorangan putra. Deki Adika Hastian memastikan medali emas setelah mengalahkan pemanah tuan  rumah Kabupaten Bogor Amir Mahmud dengan skor 144-141. Kemenangan Deki membuat Kabupaten Bandung kini memimpin klasemen dengan koleksi 3 medali emas, sama dengan raihan Kota Bandung, namun unggul raihan perak.

“Dengan raihan 3 emas dan 2 perak sementara ini, panahan sudah jauh melampaui target awal kami yang membidik 1 emas dua perak dan 1 perunggu. Kami berharap tren positif inibisa berlanjut. Meskipun divisi nasional bukan unggulan kami, semoga bisa membuat kejutan,” kata Pelatih Kabupaten Bandung Ike Ati Rostika.

Cabang olah raga panahan yang berlangsung sampai Minggu, 14 Oktober 2018, menyediakan total 12 medali emas untuk diperebutkan pada Porda XIII. Delapan medali emas sudah terdistribusi. Kota Bandung  meraih tiga medali emas, yakni pada nomor  recurve perseorangan putri, recurve beregu putri, dan compound beregu putri.

Sementara itu, Kabupaten Bandung merebut medali emas recurve perseorangan putra, recurve beregu putra, dan compound perseorangan putra. Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bekasi meraih masing-masing satu medali emas. Panahan masih menyisakan 4 medali emas untuk diperebutkan dari nomor nasional beregu dan perseorangan putra-putri.***

 

 

 

Sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/