Bila Mogok Jualan Berlama-lama Khawatir Konflik Horizontal

by -18 views

Bila Mogok Jualan Berlama-lama Khawatir Konflik Horizontal

Jatinangorku.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar, Ferry Sofwan Arief berharap, aksi mogok berjualan para pedagang tahu dan tempe hanya berlangsung sampai hari ini saja. Sebab jika dilakukan hingga beberapa hari ke depan, dikhawatirkan bisa terjadi konflik horizontal. 

“Mudah-mudahan mogoknya tidak lebih dari satu hari. Karena masyarakat membutuhkan tahu dan tempe. Tahu dan tempe ini makanan yang disukai. Selain itu, khawatir akan ada konflik horizontal di antara sesama perajin,” kata Ferry kepada wartawan di sela-sela rapat paripurna di Gedung DPRD Jabar, Jln. Diponegoro Bandung, Senin (9/9).

Kekhawatiran muncul, lanjut Ferry karena ada perajin tahu dan tempe yang masih memiliki stok kedelai dan di antaranya tidak masuk anggota Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti). Mereka yang mogok rata-rata yang bergabung dengan Kopti. Sementara yang memiliki stok kedelai bisa jadi serbasalah.

Di Jabar, aksi mogok berjualan terjadi di lima kabupaten/kota, di antaranya Kota Bandung, Kab. Bandung, Depok, dan Cianjur. Para perajin akan melakukan mogok selama tiga hari mulai 9-11 September 2013. 

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, para pedagang tahu dan tempe yang mogok diminta bisa memenuhi komitmennya terkait lamanya aksi. Karena jika lebih dari tiga hari, dampaknya akan sangat luas dan merugikan masyarakat secara keseluruhan. 

“Kita tidak ingin aksi mogok berjualan ini melebihi tiga hari,” ujar Ema di Plaza Balai Kota, Senin (9/9).

Sementara itu, perajin tahu dan tempe di Kp. Lembur Tahu, Desa Cangkuang, Kec. Cangkuang, Kab. Bandung juga menghentikan pembuatan selama empat hari. Hal itu dilakukan menyusul surat dari Kopti Kabupaten Bandung yang meminta agar mereka menghentikan sementara produksinya.

Menurut seorang perajin, Pupu (53), aksi mogok ini bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak bisa mengendalikan harga kedelai impor. 

“Kedelai impor naik setiap hari, bahkan sehari bisa tiga kali. Saat ini harga kedelai mencapai Rp 9.600/kg, jelas sangat memberatkan,” katanya, Senin (9/9).

Di tempat terpisah, anggota DPRD Kabupaten Bandung, Saeful Bahri menyatakan prihatin dengan aksi mogok perajin tahu tempe karena yang dirugikan bukan hanya konsumen.

“Para perajin pun mengalami kerugian yang sama. Mereka tidak bisa menghasilkan uang jika berhenti berproduksi,” ujarnya. 

Turun 80 persen

Aksi mogok produksi tahu, tempe, dan oncom berdampak besar terhadap sektor usaha rumahan lainnya seperti pedagang gehu, tempe, dan oncom goreng. Tak hanya itu, secara lebih luas aksi ini juga berpengaruh pada distributor kedelai yang ada di wilayah Kabupaten Bandung. Perdagangan kedelai melemah hingga turun 80 persen dari kedaaan normal.

Penurunan perdagangan kedelai sudah dirasakan para distributor sejak akhir pekan lalu. Terutama perajin tempe yang sudah menghentikan pembelian kacang kedelai sejak Jumat (6/9). Sedangkan perajin tahu masih melakukan transaksi pembelian terakhir, Sabtu (7/9) atau satu hari menjelang aksi mogok.

“Biasanya dalam satu hari bisa jual 30 – 35 ton kedelai. Tapi begitu memasuki hari pertama aksi mogok produksi terjadi penurunan perdagangan hingga 80 persen,” ungkap H. Dandan Hermawan, distributor kedelai asal Desa Cicalengka Wetan, Kec. Cicalengka saat dihubungi lewat telepon, Senin (9/9).

Meski perajin tahu dan tempe mogok berproduksi, tidak serta penjualan kacang kedelai nol. Pembelian masih tetap ada dan datang dari para perajin tempe. Mereka berbelanja kacang kedelai karena untuk membuat tempe tidak bisa satu hari jadi. Perlu proses fermentasi yang memakan waktu empat hari.

“Perajin tempe tetap seperti biasa, belanja kacang kedelai. Produk jadi tempe membutuhkan waktu empat hari, sehingga kalau dihitung-hitung hasil produksinya baru bisa dijual Kamis (12/9), sudah lewat dari aksi mogok yang dimulai Senin dan berakhir Rabu (11/9),” katanya.

Beda halnya dengan tahu, proses pembuatannya tidak membutuhkan waktu lama, cukup satu hari. Sabtu diproses, hari Minggu sudah bisa dijual. 

Dandan menambahkan, stok kacang kedelai di gudang miliknya sekitar 50 – 60 ton. Dalam keadaan normal, stok sebanyak itu bisa habis dalam dua hari. Namun dengan kondisi seperti sekarang ini ia pesimistis stok bisa habis dalam satu minggu.

“Sebenarnya kalau stok cukup, cuma memang harga kacang kedelainnya masih tinggi. Untuk hari ini (kemarin, red) harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.500/kg. Bagi perajin tahu dan tempe harga segitu sudah memberatkan, hanya akan mengurangi keuntungan.

Sangat berdampak

Kenaikan harga tahu akibat tingginya harga kedelai, ternyata dampaknya dirasakan sejumlah pedagang makanan berbahan baku tahu, seperti tukang bakso tahu dan batagor. Salah satunya Teddy Kuncahyo (53), pedagang batagor yang biasa mangkal di depan Masjid Agung Cimahi.

Selama ini, ia menggunakan tahu putih Cibuntu untuk batagor yang dijualnya. Harga tahu saat ini sudah Rp 1.000/buah, sebelumnya Rp 800/buah. Bila dalam sehari ia menggunakan 200 tahu maka tambahan modal yang dikeluarkannya Rp 40.000/hari.

Tambahan biaya ini praktis membuat keuntungan menipis. Sementara untuk menaikkan harga dirasa tidak memungkinkan. Apalagi ia tidak memiliki tempat dan hanya berjualan memakai roda biasa. Cara lain seperti mengurangi ukuran tahu diakui Teddy bukan pilihan. Sebab bila ukuran diperkecil maka akan mengubah ciri khas batagor buatannya.

“Untuk sekarang saya enggak bisa menaikkan harga. Harga batagor satu porsinya masih Rp 8.000, kalau satuan Rp 2.000. Padahal harga tahunya sudah naik,” katanya.

Sebagai penjual batagor, Teddy mengaku sangat tergantung dengan tahu. Tanpa tahu, makanan berbahan dasar ikan tenggiri itu bukan batagor namanya.

Maka ketika tempe dan tahu saat ini mengalami kelangkaan akibat aksi demo para produsen dan penjual, Teddy terpaksa menyimpan stok tahu dalam jumlah banyak. Sehingga meski tahu tak ada di pasaran, ia tetap bisa berjualan.

“Selama ini, saya sudah langganan tahu di Cibuntu. Jadi ketika mereka akan demo, saya diberi tahu dan menyimpan stok untuk tiga hari,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com