Bisnis Gedung Perkantoran yang Kian Kinclong

by -177 views

Bisnis Gedung Perkantoran yang Kian Kinclong

jatinangorku.com – Bisnis properti memang tidak ada matinya. Seperti halnya emas, bisnis ini makin lama makin diminati. Selain karena kebutuhan yang terus bertambah, juga harga yang semakin tinggi. Demikian juga dengan bisnis properti untuk kategori bangunan perkantoran. Tren bisnis properti khususnya bangunan perkantoran bertumbuh seiring dengan kebutuhan akan perkantoran yang makin besar. Hal ini salah satunya didorong dengan bertambahnya jumlah bisnis di Indonesia.

Bisnis bangunan perkantoran itulah yang ditangkap sebagai peluang oleh Solidi Korompis, pengembang dan pengelola PT Karyadeka Graha Lestari (KGL). “Kami memiliki bisnis office building berkelas internasional dengan harga yang rasional di Indonesia,” kata Solidi Korompis kepada Marketeers di sela-sela peresmianoffice service  Marquee Executive Offices, di Alamanda Tower, Jakarta Selatan, Kamis lalu.

Beberapa bangunan perkantoran besutan KGL, antara lain Graha Irama, Menara Karya, Menara Kadin, Cyber Tower, Cyber 1, Cyber 2, dan Alamanda Tower. Pengembang, bagi Solidi, harus mempertimbangkan beberapa hal agar bangunannya laku jual.  “Selain lokasi, desain saat ini cukup penting untuk menarik pelanggan. Tentunya, kami juga menjawab tren dunia, seperti green building yang akhirnya mendukung kenyamanan untuk penghuni bangunan ini,” kata Solidi.

Solidi mengatakan banyak kota di dunia saat ini sedang menghadapi fase “ledakan.” Artinya, banyak kota terlalu padat menjadi sentra berbagai industri. Hal ini memengaruhi konsep pendirian bangunan. Solidi menambahkan perbaikan dan pengembangan  infrastruktur kota. Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota, tapi juga pihak swasta.

Desain, sambung Solidi, menjadi kekuatan utama KGL. “Saya percaya pada kekuatan desain. Saya juga percaya bahwa masa depan ekonomi terletak pada desain. Desain ini yang juga menjadi diferensiasi kami,” cetus Solidi.

Selain itu, strategi kedua adalah dengan memberikan harga yang rasional sesuai dengan segmen pasarnya. “Harganya harus sensible secara ekonomi. Jangan sekadar berhasrat untuk membangun suatu yang monumental. Sebab itu, kami harus bisa mengintegrasikan proyek-proyek dengan perencanaan pengembangan kota,” kata Solidi.

Strategi ketiga, memilih lokasi yang dekat dengan pemukiman para pekerja profesional. Strategi keempat, tidak merusak lingkungan. “Tidak merusak lingkungan ini penting agar bisnis kami tetap sustainable. Kami ingin sepuluh tahun ke depan, bangunan kami masih termasuk kategori green building. Ini sudah menjadi tuntutan lingkungan dan harus tersertifikasi,” katanya.

Seperti fungsinya, pelanggan KGL adalah korporat, baik perusahaan lokal maupun multinasional. Untuk rental, 60 persen dikuasai oleh perusahaan multinasional dan sisanya perusahaan lokal. “Baik harga maupun servis, kami suguhkan yang terbaik bagi mereka. Dan, hampir semua pelanggan kami adalah direct user, bukan investor. Sejak awal, kami tidak mendesain gedung kami menjadi ajang untuk spekulasi,” kata Solidi.

Sebagai bagian untuk menumbuhkan kepercayaan, sambung Solidi, KGL tidak pernah melakukan pemasaran intensif untuk sebuah gedung sebelum gedung itu berdiri 10 lantai dari permukaan tanah. “Pembeli kami yang 90 persen adalah perusahaan harus memberikan DP yang substansial. Selain itu, proses pembelian memang tidak mudah karena mereka ingin membeli yang sustainable,” kata Solidi.

Sementara, tingkat okupansi di setiap gedung milik KGL adalah 95 persen dengan tingkat loyalitas yang cukup besar. Pada tahun ini, KGL melakukan ekspansi dan akuisisi gedung untuk memperluas pangsa pasarnya.

Menyikapi tren anjloknya rupiah saat ini, Solidi mengatakan KGL untuk sementara tidak melakukan aktivitas pemasaran yang intensif. Tren rupiah ini memengaruhi komponen impor yang setiap gedungnya rata-rata mencapai 30 persen. “Meski demikian kami tetap melanjutkan pembangunan gedung dan berharap harga segera stabil kembali dan rupiah kembali seimbang,” pungkas Solidi.

Sumber : http://the-marketeers.com