BLH Akan Tata Alun-alun Sumedang Dengan Monumen Lingga

by -87 views

Jatinangorku.com – Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sumedang akan menata Alun-alun Sumedang di Jalan Prabu Geusan Ulun, supaya terlihat lebih cantik, indah dan menawan. Penataan alun-alun, salah satunya difokuskan pada penataan Monumen Lingga yang ada di tengah-tengah Alun-alun Sumedang.

Kondisi Monumen Lingga yang selama ini tertutupi rindangnya pepohonan besar hingga terkesan tersembunyi dan tak tampak dari kejauhan, pandangannya akan dibuka lebar sehingga bisa terlihat dari semua arah mata angin.

“Ini sangat penting, karena Monumen Lingga peninggalan bersejarah yang menjadi ikon Kabupaten Sumedang bahkan dijadikan logo Pemkab Sumedang. Monumen Lingga ini, dibangun tanggal 25 April 1922 untuk memperingati periode yang sangat penting dalam sejarah Sumedang, yakni masa pemerintahan Pangeran Aria Soeriaatmadja atau Pangeran Mekkah (1822-1919),” ujar Kepala Bidang Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sumedang Ayuh Hidayat, di kantornya, Kamis (29/10/2015).

Menurut dia, dengan membuka view (pandangan) Monumen Lingga selebar-lebarnya, diharapkan monumen itu menjadi daya tarik wisata yang bisa dilihat secara langsung oleh para pengunjung maupun para tamu penting yang datang ke Sumedang.

Hal itu, terutama untuk menyambut PON Jabar tahun depan. Terlebih Sumedang menjadi tuan rumah penyelenggaraan cabang olah raga Paralayang dan beberapa cabang olah raga lainnya. “Penataan alun-alun dengan menata Monumen Lingga ini, akan dilaksanakan tahun depan,” tutur Ayuh.

Dikatakan, teknis penataan Monumen Lingga, BLH akan melakukan pemangkasan ranting dan dahan pohon yang menghalangi pandangan mata ke Monumen Lingga dari kejauhan, sesuai arah mata angin.

Dengan begitu, monumen yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang itu bisa terlihat dari arah Gedung Negara Pemkab Sumedang, Masjid Agung Sumedang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sumedang di Jalan Prabu Geusan Ulun dan kantor DPRD Kabupaten Sumedang di Jalan Pangeran Aria Soeriaatmadja.

“Kalau melihat konsep penataan Monumen Lingga ini, seperti dikembalikan pada kondisi zaman dulu. Akan tetapi, bukan berarti semua yang ada di sekitar monumen dihilangkan. Cukup bisa terlihat dari arah Gedung Negara, Masjid Agung, gedung dewan dan Lapas Sumedang saja,” tuturnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, selain menata Monumen Lingga, juga menciptakan alun-alun menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Untuk membuat RTH, BLH akan menanam pohon di setiap sudut alun-alun yang lahannya masih kosong.

Hal itu, supaya setiap sudut alun-alun terlihat hijau dan teduh oleh pepohonan. Akan tetapi, membuat RTH dengan menanam pepohonan di alun-alun, dinilai tidak bertolak belakang dengan penataan Monumen Lingga yang justru sebaliknya akan memangkas ranting dan dahan pohon yang ada.

“Tidak bertolak belakang, karena penanaman pohon untuk RTH, hanya di setiap sudut alun-alun saja yang lahannya masih kosong. Jadi, penanaman pohonnya tidak akan mengganggu atau menghalangi pandangan ke Monumen Lingga. Terlebih, lahan di setiap sudut alun-alun masih kosong sehingga harus ditanami atau dihijaukan,” ucapnya.

Ayuh menambahkan, penataan taman itu tak sebatas di Alun-alun Sumedang saja, melainkan semua taman yang ada di wilayah Sumedang kota mencakup wilayah Kecamatan Sumedang Utara dan Sumedang Selatan.

Sejumlah taman yang akan ditata, antara lain Taman Patung Kuda di daerah Samoja dan Bundaran Polres yang akan berganti nama menjadi Bundaran Geusan Ulun di Kecamatan Sumedang Selatan.

Selain itu, Taman Alun-alun Tegalkalong, Bundaran Alamsari dan patung tahu di wilayah Kecamatan Sumedang Utara. Sementara penataan Taman Telur di jantung kota Sumedang, akan diperbaiki dan ditata kembali oleh pengembang pembangunan Pasar Sandang Sumedang. Sebab, Taman Telur itu kini dipakai kios tempat penampungan sementara (TPS) para pedagang Pasar Sandang.

“Penataan semua taman yang ada di wilayah Sumedang kota ini, tak lain untuk mempercantik dan memperindah wajah perkotaan supaya elok dipandang. Sekaligus juga untuk menyambut PON tahun depan,” ucap Ayuh

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/