BLH Sumedang Sidak ke Pabrik

by -132 views

BLH Sumedang Sidak ke Pabrik

Jatinangorku.com – Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan DPRD Kabupaten Sumedang menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pabrik industri di Jatinangor dan Cimanggung, Rabu (16/7), untuk menekan pelanggaran lingkungan yang diduga dilaku­kan sejumlah perusahaan.

“Kami hanya memonitor beberapa lokasi pabrik di Sume­dang. Ini sebagai langkah preventif,” ujar Kepala BLH Kab. Sumedang, Ir. Wowo Sutisna kepada sejumlah wartawan di Jatinangor.

Menurutnya, jika menemu­kan pelanggaran lingkungan, maka diupayakan segera mencari solusi yang terbaik agar ti­dak ber­dampak panjang. “Selama saya menjabat menjadi Kepala BLH, baru-baru ini, belum menerima laporan terkait pelanggaran perkara lingkungan hidup oleh pihak industri,” kata Wowo.

Wowo menuturkan, langkah tersebut bukan dalam sidak, me­lainkan bentuk silaturahmi agar komunikasi antara Pemkab Su­me­dang dan pengelola perusahaan berjalan dengan baik.

“Apa pun persoalannya, akan segera teratasi jika terjalinnya silaturahmi yang baik dan sama-sama bertujuan mewujudkan lingkungan tetap asri dan nyaman,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang anggota Komisi D DPRD Kab. Sumedang, Dadang Rohmawan, S.E. mengatakan, sidak tersebut upaya menyikapi hasil peneliti­an Menteri Lingkungan Hidup yang menyatakan perusahaan tersebut masuk kategori biru (ramah lingkungan).

“Kami mempertanyakan dan melihat langsung pengelolaan limbah batu bara. Bahkan, kami meninjau tempat pembuangan sementara (TPS) bahan berbahaya dan beracun (B3),” ujar Dadang.

Dalam sidak ini pun, tim turut mempertanyakan sajauh mana instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Tim menyatakan, peng­olahan limbah cair di PT Wiska kurang baik karena masih me­ngeluarkan bau tidak sedap.

“Padahal, limbah cair yang dibuang PT Wiska ke saluran air sebelumnya melewati proses netralisasi. Aneh juga, ternyata ma­sih mengeluarkan bau tak sedap yang menyengat,” kata­nya.

Ia pun meminta BLH meng­am­bil sampel limbah cair tersebut dan diperiksa ke laboratorium.

Perwakilan PT Wiska di Jatinangor, H. Endang mengaku tak keberatan perusahannya didata­ngi tim dari Pemkab Sumedang sekaligus mempertanyakan pe­ngelolaan limbah.

“Propernya biru, berarti peru­sahaan kami termasuk yang ra­mah lingkungan,” kata Endang.

Dikatakan Endang, di Kabupaten Sumedang hanya terdapat segelintir perusahaan yang pro­pernya biru (ramah lingkung­an).

“Kami bersikap positif saja dan yang paling penting perusahaan ini sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) ter­kait pengelolaan limbah,” ung­kapnya.

Kemudian, tim yang dipimpin langsung oleh Kepala BLH Su­me­dang tersebut, bergeser memantau perusahaan lainnya, termasuk PT Kwalram di Cimanggung

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/