BNN: Ada Pejabat Pemkab Sumedang Salahgunakan Narkoba

KEPALA Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Sumedang, AKBP I Nengah Merta, tak memungkiri adanya penyalahgunaan narkoba, khususnya jenis sabu di kalangan pejabat dan ASN (aparatur sipil negara) di lingkungan Pemerintah Kab.Sumedang. 

“Dari hasil pengembangan informasi yang diterima, indikasi pengguna barang haram itu, mulai dari level staf sampai pejabat. Itu tidak dipungkiri, memang ada (pengguna narkoba),” kata I Nengah di Kantor Satpol Polisi Pamong Praja Kab.Sumedang, Kamis (11/1/2018).

Dengan tidak menyudutkan pihak manapun, ia memastikan, penyalahgunaan narkoba, sudah masuk ke berbagai elemen dan strata sosial masyarakat. Hanya saja, untuk melakukan penegakan hukum terhadap mereka itu, katanya, harus dibuktikan dengan barang bukti atau tertangkap tangan saat tengah menggunakan atau membawa barang haram tersebut. 

“Situasi itu memang ada. Tapi kita tidak bisa asal tunjuk atau main tangkap saja, tanpa didukung barang bukti,” tandasnya.

Menurut Nengah, penyalahgunaan narkoba juga diduga terjadi di semua tempat hiburan malam yang beroperasi di wilayah Sumedang. Apalagi, di mana pun tempat semacam itu, selalu menjadi target sasaran peredaran narkoba dan barang haram yang sejenis lainnya. 

“Dugaan ke arah sana (penyalahgunaan narkoba) tidak bisa ditutupi. Karena dimana pun tempat hiburan malam, selalu identik dengan peredaran barang semancam itu,” katanya.

Secara kasat mata, sebut Nengah, pemakai atau pengguna narkoba yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun dengan tingkat pemakaian yang tinggi (minimal 3 kali dalam seminggu) dapat terlihat.

Menyikapi situasi itu, pihaknya berharap pengguna narkoba, segera melaporkan diri dan minta untuk mendapat rehabilitasi. Sebab jika tidak melapor, dan suatu ketika mereka tertangkap tangan sedang menggunakan atau membawa (menguasai) narkoba, tentunya akan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

“Yang melapor itu, bisa yang bersangkutannya sendiri (pengguna-red) maupun dari pihak keluarganya. Karena jika tidak melapor dan suatu ketika mereka tertangkap petugas menggunakan atau memiliki narkoba, sudah tidak ampun lagi. Mereka akan kami proses sesui peraturan yang berlaku,” tegas Nengah.

Mengingat efek dari penggunaan narkoba itu, begitu sangat membahayakan, hingga dapat mengancam jiwa pemakainya, maka pihanya tidak henti-hentinya untuk mengingatkan masyarakat, khususnya generasi mudah, agar tidak sekali-kali untuk mencoba barang haram tersebut. Sebab sekali mencoba, mereka akan terjerumus ke dalam dimensi segitiga yang sulit, untuk disembuhkan, kecuali atas kesadarannya sendiri. 

“Saya selalu ingatkan, agar jangan sekali-kali mencoba memakai barang haram tersebut, baik itu sabu, ganja, atau narkotika jenis lainya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Nengah mengimbau kepada para orangtua yang masih memiliki anak remaja, untuk selalu mengawasi aktivitas dan prilaku anak-anaknya.  Karena pada usia tersebut, cukup rentan terpengaruh situasi pergaulan dan lingkungan dimana mereka beraktifitas. 

“Anak merupakan investasi orang tua yang tak ternilai harganya. Oleh sebab itu, mari kita selamatkan anak-anak kita dari pengaruh narkoba, yang dapat merenggut masa depannya,” pungkasnya.

 

 

 

Sumber : http://www.galamedianews.com