BNN: Dana Narkoba Besar Bisa Saja untuk Mendukung Kegiatan Teroris

by -41 views

Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso menyatakan, kehadirannya secara khusus ke Kampus Pelopor Revolusi Mental Institut Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor, Jawa Barat untuk memberikan pemahaman tentang bahaya obat-obatan terlarang narkotika.

Menurutnya, praja IPDN merupakan calon-calon aparatur negara yang nantinya bekerja di seluruh kewilayahan Indonesia. Nantinya, praja IPDN menduduki pos-pos pemerintahan dari tingkat paling kecil diberbagai daerah hingga pemerintahan pusat.

“Narkoba banyak terjadi di kewilayahan, dan pemahaman mereka bisa bekerja penangkalan dini untuk narkoba, sinergi dengan kepolisian dan militer. Dengan ini, harapan saya terbangun daya tangkal dan pemahaman pada masyarakat bahwa narkoba ini berbahaya,” ujar pria yang biasa disapa Buwas ini, Jumat (16/12).

Disampaikan, salah satu tujuan narkoba adalah menghancurkan generasi muda dan ini merupakan ancaman negara. Di Indonesia, tahun 2016 memang belum dilakukan evaluasi secara menyeluruh oleh BNN, namun ada kecenderungan mengalami peningkatan.

Peningkatan peredaran narkoba ini, kata Buwas, disebabkan karena banyak anak muda yang coba-coba menggunakan narkoba. BNN mengusulkan perlunya aturan mengenai penyalahgunaan narkoba diperketat atau diperbaiki.

Mengenai kemungkinan 72 jaringan narkoba di Indonesia terafiliasi dengan jaringan teroris, Buwas belum bisa berkomentar banyak. Hanya saja, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Apalagi, dari bisnis narkoba ini dananya sangat besar, bisa saja hasilnya untuk kegiatan-kegiatan teroris.

“Sampai saat ini belum, tapi kemungkinan bisa saja terjadi. Karena ini kan dana besar, bisa saja mendukung kegiatan itu,” kata dia.