BNPT Sedang Petakan Daerah-daerah yang Berpotensi Radikalisme

by -35 views

Kepala Badan Nasioan Penanggulangan Terorisme, Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan pemetaan di berbagai provinsi yang memang rawan dengan potensi radikalisme. 

Suhardi menambahkan, pihaknya juga sekaligus menerapkan formula khusus untuk memerangi aksi radikalisme tersebut di berbagai daerah. Pasalnya, setiap daerah memiliki potensi dan karakter masing-masing. 

“Semua provinsi memang berpotensi dan memiliki karakter daerah masing-masing. Kami sudah petakan, apakan masuk dalam kategori rawan kelompok radikal atau hanya potensi radikal dan kami formulakan terapi yang pas,” kata dia saat ditanyai Tribun usai memberikan kuliah umum di Fisip Unpad terkait Resonansi Kebangsaan dan Mencegah Radikalisme Di Lingkungan Muda/Pelajar/Mahasiswa, Rabu (16/11).

Di Jawa Barat misalnya, kata dia, beberapa kali warga Jawa Barat menjadi pelaku aksi terorisme di berbagai tempat.
Seperti warga asal Ciamis yang menjadi pelaku bom di Tangerang, dan yang baru-baru ini adalah pelaku bom gereja di Samarinda yang merupakan warga Kuningan. 

Menurutnya, ada beberapa daerah yang memang tidak mendapat sentuhan kebangsaan dan menjadikan warganya menjadi pelaku terorisme. Hal itu dikarenakan tidak seimbangnya akhlak dan ilmunya. 

“Makanya harus ada disiplin ilmu. Kami bekerjasama dengan para pakar-pakar ilmu agama, psikologi, hukum, sosiologi dan sebangainya untuk mengetahui variabelnya kenapa bisa seperti itu,” kata dia. 

Suhardi mencontohkan, pelaku bom di Samarinda tersebut yang bekas napi teroris, kembali menjadi pelaku bom akibat setelah keluar dari Lapas tidak mendapatkan tempat di masyarakat dan keluarganya. 

Hal itu menunjukkan jika seorang bisa kembali melakukan aksi terornya bukan hanya karena faktor ideologinya, namun juga faktor sosiologi yang menimpanya. Hal-hal seperti itulah yang harus diperhatikan untuk menerapkan formula tersebut. 

Ditanya perkembangan kasus tersebut, pihaknya mengatakan, saat ini masih dikembangkan dan ditangani oleh Densus 88 Anti Teror. Terutama masalah pelaku bom tersebut merupakan jaringan kelompok radikalisme mana