BPBD Jabar Siaga Antisipasi Anomali Cuaca

by -16 views
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mengaku belum menerima update resmi mengenai informasi gempa di Tasikmalaya yang terjadi pagi tadi. Namun BPBD tetap bersiaga mengenai ancaman bencana alam yang sewaktu-waktu bisa mengancam.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat Dicky Saromi mengatakan sampai siang ini, belum menerima laporan adanya kerusakan atau korban. Sedangkan mengenai jalan ambles di Kuningan, masih bisa dilalui sebagian, dan kendaraan besar bisa melewati jalan alternatif.
Sementara itu, BPBD sendiri memprediksi cuaca ekstrim di Jabar, seperti peningkatan intensitas hujan yang disertai angin kencang akan terjadi sampai 29 Mei 2017, hal tersebut sesuai dengan akhir masa siaga bencana di Jawa Barat yang ditetapkan Gubernur Jawa Barat.
Ia menuturkan, pada masa pancaroba ini, dimana peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, seringkali disertai gejala alam yang ekstrim, diantaranya intensitas hujan yang meningkat. Dengan intensitas hujan yang tinggi, akan semakin meningkatkan kerawanan bencana seperti banjir, longsor, pergerakan tanah, sampai angin kencang.
“Kami terus siap siaga banjir dan longsor di Jawa Barat, sejak September 2016. Kami terus siaga, mengantisipasi ancaman bencana terhadap kehidupan masyarakat Jawa Barat,” kata Dicky di Gedung Sate, Senin (24/4/2017).
Dicky menjelaskan, berdasarkan data yang diterimanya, sejumlah titik di Jabar, yaitu Ciamis, Majalengka, Kuningan, Bogor, dan Sukabumi, mempunyai tingkat kerawanan tanah labil atau longsor. Selain itu, baru-baru ini, terjadi tanah ambles yang merusak jalan dan jembatan di Bogor, Sumedang, dan Kuningan.
Selain ancaman pergerakan tanah, hujan es atau badai pun bisa sewaktu-waktu menerjang kembali seperti yang terjadi di kawasan Bandung sehingga menyebabkan sejumlah pohon dan papan reklame tumbang. Bahkan kata Dicky, Intensitas hujan yang tinggi membuat Sungai Citarum meluap dan merendam kawasan selatan Bandung.
Ia mengaku, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BPBD di kabupaten dan kota di Jawa barat. Baik untuk hal penanggulangan bencana, sampai pemberian bantuan. Terlebih dua hari lagi pada 26 April 2017 akan dilakukan hari kesiapsiagaan bencana