BPD, LSM, dan Aparat Desa Ontrog PT CCAI

by -25 views

BPD, LSM, dan Aparat Desa Ontrog PT CCAI

Jatinangorku.com – Lebih dari 20 warga yang berasal dari pengusaha pribumi, LSM, ormas, aparat desa, RT, RW, dan BPD dari Desa Sindangpakuon dan Cihanjuang, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang, Kamis (22/8) mendatangi PT Coca-Cola A-matil Indonesia (CCAI) di Jalan Raya Bandung-Garut, Desa Cihanjuang.

Mereka mempertanyakan komitmen PT CCAI dalam kerja sama proyek pipanisasi air bersih yang disalurkan dari Blok Cipulus, Desa Sindangpakuon ke CCAI. Hingga kemarin, CCAI dengan PT Duta Family (DF) Cimanggung, sebagai pelaksana proyek pipanisasi belum melakukan MoU. Rencana kerja sama itu digagas sejak 2009, namun hingga kini belum terealisasi.

PT DF di bawah pengelolaan H. Ayi Sulaeman sudah memasang paralon sepanjang 4 km dari Blok Cipulus ke depan pintu gerbang PT CCAI. “Pemasangan paralon sudah beres dan dilaksanakan 10 bulan lalu. Karena belum ada MoU dengan kita, air pun masih terbuang di perjalanan. Ujung paralonnya sudah sampai di depan gerbang CCAI,” kata Ayi kepada “GM” seusai menemui pihak CCAI.

Untuk membuktikan PT DF belum mengadakan MoU dengan PT CCAI dalam proyek pipanisasi air bersih itu, ia mengajak perwakilan warga dari dua desa itu untuk mendatangi PT CCAI. Di antaranya BPD Sindangpakuon, Toni Santoso dan BPD Cihanjuang, dari LSM Atep Sumantri dan Deni serta sejumlah aparat RT, RW dan desa. Saat mereka datang ke PT CCAI diterima Ilman Sabri (Manufacturing Manager PT CCAI) dan Tesa (humas PT CCAI) untuk melakukan musyawarah.

Pertemuan di aula CCAI, Ayi menyerahkan dokumen legalitas proyek pipanisasi air bersih kepada Ilman yang disaksikan sejumlah warga tersebut. Menurut Ayi, izin pemasangan paralon itu lengkap mulai dari IMB dan izin dari warga setempat serta RT dan RW. “Sayang pihak PT CCAI dinilai ingkar janji dan belum ada komitmen untuk melakukan MoU. Sebenarnya, airnya juga sudah bisa disalurkan dan kini airnya masih terbuang karena belum ada kesepakatan dengan PT CCAI,” kata Ayi.

Karena itu, tambahnya, untuk membuktikan bahwa dirinya belum menerima uang dari CCAI, ia mengajak masyarakat dan aparat setempat serta LSM dan ormas. “Dengan menyalurkan air dari sumber mata airnya, sebagai bentuk cinta lingkungan. Apalagi, PT CCAI, kan perusahaan internasional,” katanya.

Selama ini, ujarnya, CCAI dikabarkan untuk mengolah minuman tersebut mengambil air Sungai Cimande dan air bawah tanah. Sementara air sungai merupakan hak rakyat.

Dari pihak PT CCAI, Ilman dan Tesa belum bisa memberikan kepastian terkait penyelesaian kerjasama dalam penyaluran air bersih antara PT. DF dengan PT CCAI. “Saya tak bisa memberikan keputusan,” kata Ilman di hadapan mereka.

Menurut Ilman, masih tertundanya MoU antara CCAI dan PT. DF itu, mungkin karena menyangkut legalitas dan fakta hukum.

Sumber : http://klik-galamedia.com