BPJS Ketenagakerjaan Sumedang Sosialisasi ke Kampus-Kampus

by -27 views

Upaya menumbuhkan kesadaran sejak dini terhadap pentingnya menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Pihak BPJS Ketenagakerjaan mulai mendatangi kampus kampus untuk bersosialisasi.

Dewan pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Inda Hasma mengatakan meski mahasiswa belum wajib memiliki BPJS ketenagakerjaan namun pemahaman tentang BPJS harus di sosialisasikan sejak dini

“Hari ini kita bersosialisasi kepada para mahasiswa di Kampus Universitas Padjadjaran Jatinangor. Dan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan ke kampus cukup bermanfaat, karena para mahasiswa ini merupakan calon profesional, seperti calon dokter, ahli hukum, pekerja pemerintahan dan sebagainya, yang nantinya diharuskan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya di Bale Sawala Unpad Jatinangor, Jumát (10/11/2017).

Ia menyebut bahwa sosialisasi yang dilakukan BPJS ketenagakerjaan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran mahasisqa untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebelum nantinya para mahasiswa tersebit lulus dan terjun ke dunia pekerjaan.

“Tak dipungkiri jika masyarakat masih menganggap bahwa BPJS Ketenagakerjaan itu masih sama dengan BPJS Kesehatan, padahal itu sangat berbeda, dan melalui sosialisasi ini diharapkan akan memberikam kesan, jika BPJS Ketenagakerjaan beda dengan BPJS Kesehatan,” tuturnya.

Inda menyebut bahwa mahasiswa adalah calon pemimpinan, makanya kita mendekati akademisi sekaligus bersosialisasi yang diteruskan ke pedagang, pekerja rentan, pelaku UMKM dan sebagainya hingga pelosok daerah.

Terlebih saat ini yang perlu mendapat arahan adalah generasi milenia karena mereka rentan dan mudah terpengaruh sehingg bagi yang bukan penerima upah, dengan pekerjaan tak pasti, pekerja rentan, nanti ada subsidi silang dari program BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Diharapkan, nantinya ada kesadaran dari diri mereka terkait harus melindungi dirinya sendiri diantaranya dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Tingkat kesadaran warga untuk melindungi dirinya sendiri masih kecil. Sehingga, melalui sosialisasi itu diharapkan bisa mendongkrak jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

 

 

 

Sumber : http://jabar.pojoksatu.id