Bulan Puasa Tiba, Petani Timun Suri Gembira

by -36 views

Bulan Puasa Tiba, Petani Timun Suri Gembira

Jatinangorku.com – Bulan puasa akan segera tiba. Petani timun suri di Ujungjaya Sumedang sangat gembira dan begitu berharap dengan tibanya bulan yang penuh berkah ini.

Sebentar lagi, puluhan petani akan memanen puluhan ton timun suri. Rezeki pun siap dijemput sebentar lagi.

“Kami sudah siap memanen timun suri, karena pada saat bulan puasa akan banyak dibutuhkan timun suri sebagai buah-buahan favorit, jadi kami sudah tidak sabar menunggu dan menjemput rezeki kami,” kata Engkos Kosam (56) warga Desa Keboncau, KEcamatan Ujungjaya, Senin (16/6/2014).

Para petani mulai menanam timun suri sejak awal Mei lalu. Sehingga pada awal puasa nanti , komoditas paling laku di bulan puasa ini diprediksi sudah bisa dipanen. Sudah bisa dipastikan pula, para bandar bakal menyerbu Ujungjaya untuk membeli timun suri yang biasa dijadikan makanan takjil pada waktu buka puasa.

“Sudah banyak bandar berdatangan akan membeli timun suri ini, tapi nanti saja tunggu panen karena agar jelas transaksi jual belinya kalau barangnya sudah ada,” kata Engkos yang menanam timun suri di atas lahan seluas seperempat hektare.

Dari lahan seluas itu, Engkos tidak bisa menyebutkan berapa jumlah modalnya. Sebab, pekerjaannya sebagian besar dilakukan sendiri. Kecuali pupuk dan bibit harus membeli, kemudian menyiram seminggu sekali menggunakan sumur pantek.

Engkos sudah memiliki mesin untuk menyedot air dari bawah tanah, tetapi mengerjakan membuat sumur tersebut harus membayar paling murah Rp500.000. Jika berlangsung mulus, pada panen perdana ini Engkos bakal panen sekitar 5 ton timun suri.

Meski begitu Engkos tak bisa memastikan berapa harga jual timun suri. Menurutnya, hal itu tergantung pasokan, kualitas buah, dan cuaca. Namun biasanya, timun suri dijual mulai dari Rp1.000 per kg ketika musim hujan, dan naik puluhan kali lipat jika kemarau tiba, yakni mencapai Rp20.000-25.000.

“Sekarang sudah kemarau dan sebentar lagi puasa, mudah-mudahan harganya bagus,” kata Engkos yang setiap tahun pada bulan Rajab selalu mempersiapkan menanam timun suri.

Untuk tahun sekarang Engkos menanam timun suri jenis melon. “Bedanya jenis timun suri jenis melon, dagingna agak keras tidak terlalu lembek sehingga terasa pada setiap gigitannya, sedangkan timun suri biasa dagingnya sedikit lembek,” katanya

Sumber : http://www.inilahkoran.com/