Buntut Bus DAMRI Hanya Sampai Jatinangor, Perum DAMRI Banyak Mendapatkan SMS

by -221 views

JATINANGORKU.COM (27/5)

Menyusul tidak beroperasinya bus DAMRI jurusan Kebonkalapa hingga Tanjungsari (hanya sampai Jatinangor, red), Perum DAMRI Bandung mendapat cukup banyak SMS dari masyarakat untuk menanyakan hal itu.

SMS tersebut ditujukan langsung ke Kepala Perum DAMRI Bandung, Drs. Sadiyo. Selain itu, telepon juga masuk ke Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, serta Komisi D DPRD Kab. Sumedang. Demikian diungkapkan Sadiyo ketika dihubungi “GM”, Minggu (26/5).

Menurut Sadiyo, kebanyakan SMS yang diterimanya, banyak warga yang menanyakan mengapa bus DAMRI jurusan Kebonkalapa-Tanjungsari tidak melayani penumpang hingga ke Tanjungsari tapi hanya sampai di Jatinangor.

“Sebab realita yang terjadi di lapangan, mereka masih saja tetap menunggu bus DAMRI. Meski terhitung sejak Jumat (24/5) hingga Jumat (31/5), bus DAMRI yang biasanya melayani penumpang hingga ke Tanjungsari, kini hanya sampai Jatinangor.

Terkait hal itu, secara khusus Sadiyo atas nama manajemen Perum DAMRI memohon maaf kepada masyarakat Tanjungsari dan Sumedang, karena untuk sementara waktu tidak bisa melayani mereka seperti biasa. 

Keputusan itu terpaksa harus diambil Perum DAMRI Bandung. Sebab berdasarkan hasil rapat yang digelar di DPRD Sumedang, Kamis (23/5), dari pukul 10.00-16.00 WIB tersebut, disepakati untuk sementara sampai menunggu hasil survei, bus DAMRI jurusan Kebonkalapa-Tanjungsari hanya sampai Jatinangor.

Rapat tersebut dihadiri Komisi D DPRD Sumedang, perwakilan dari Polda Jabar, Perum DAMRI Bandung, Dishub Provinsi Jabar, Dishub Kab. Sumedang, dan KKU 04 Cileunyi-Ciakar-Sumedang.

“Sebab itu, kami memohon maaf kepada warga Tanjungsari dan Sumedang yang biasa menggunakan fasilitas bus DAMRI jurusan Kebonkalapa-Tanjungsari. Sebab mulai Jumat (23/5) hingga Jumat (31/5) nanti, DAMRI hanya melayani penumpang hingga Jatinangor,” katanya.

Namun untuk mengetahui bagaimana aspirasi warga Tanjungsari dan Sumedang terkait keberadaan layanan DAMRI, mulai Senin (27/5) ini akan dilakukan survei terhadap mereka. Intinya apakah mereka merasa perlu atau tidak adanya bus DAMRI yang melayani rute Kebonkalapa-Tanjungsari.

Berdasarkan hasil survei itulah nantinya akan dibuat kesepakatan baru, terkait layanan DAMRI di wilayah Tanjungsari. “Kami meminta agar masyarakat bersikap objektif terkait survei yang akan dilakukan nanti,” ungkapnya.

(B.34/B.115)**