Bupati dan Ketua DPRD Jabar Tinjau Proyek Tol Cisumdawu Irfan, “Mudah-mudahan Satker Memenuhi Janji”

by -38 views

Bupati dan Ketua DPRD Jabar Tinjau Proyek Tol Cisumdawu Irfan, “Mudah-mudahan Satker Memenuhi Janji”

Jatinangorku.com – Bupati Sumedang, Drs. H. Ade Irawan, M.Si. mendampingi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Ir. Irfan Suryanagara, meninjau perkemba­ngan proyek jalan Tol Cileunyi-Su­medang-Dawuan (Cisumdawu) seksi II, Rancakalong-Sumedang, Rabu (7/5).

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Jabar bersama rombongan yang hadir di lokasi, mendapat pemaparan perkembangan proyek tersebut dari pejabat pembuat komitmen (PPK) perencanaan dan pembebasan jalan bebas hambat, satker pembangunan jalan tol, Divi Ferdian.

“Tujuan kami ke sini untuk mendengarkan langsung terkait perkembangan proyek Cisumdawu, khususnya pada Seksi II,” kata Ketua DPRD Prov Jabar, Ir.Irfan Suryanagara, sebelum melanjutkan kunjungan kerjanya ke Jembatan Timbang Tomo, Sumedang.

Menurutnya, dari informasi yang didengar langsung dari pihak satker pembangunan jalan Tol Cisumdawu, pembangunan pada seksi II, diprediksi sudah bisa dioperasikan pada 2017. “Saat ini sejumlah pekerjaan di lokasi tersebut, tengah dikebut. Mudah-mudahan saja, pihak satker bisa memenuhi janjinya, sehingga pada 2017 jalan tol pada seksi II sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

Disinggung soal perkembangan pembangunan jalan tol seksi I, Cileunyi-Tanjungsari, menurut Irfan, hingga kini masih terkendala masalah pembebasan lahan. Ada gugatan terhadap lahan yang merupakan aset Pemprov Jabar. 

Meski demikian, Irfan tidak berani berspekulasi saat ditanya kemungkinan untuk memindahkan jalur tol ke tempat lain. “Meski lahan yang akan digunakan untuk jalan tol masih dalam sengketa, namun sejauh ini belum ada wacana untuk memindahkan jalur tersebut ke lokasi lain,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pembangunan lanjutan Jalan Cisumdawu (seksi III-VI) Sumedang-Dawuan, pembebasan lahannya baru akan dilaksanakan pada 2016. Berbeda dengan pembebasan lahan pada seksi I-II yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), lanjut Irfan, untuk seksi III-VI, pembebasan lahannya, dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jabar, PT Jasa Sarana, dengan anggaran yang akan digelontorkan ditaksir mencapai Rp 1,4 triliun. 

“Tadi juga kami mendapatkan informasi bahwa pembebasan lahan pada seksi III-VI, baru akan dilaksanakan pada 2016. Sedangkan pekerjaannya akan dimulai pada 2017 dan diperkirakan jalan tersebut bisa dioperasikan pada 2018,” imbuhnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/