Bupati Sumedang Akan Terapkan Sehari Tanpa Kendaraan Dinas

by -49 views

Jatinangorku.com – Bupati Sumedang H. Ade Irawan akan menerapkan satu hari tanpa kendaraan dinas pada Selasa (2/12/2014) nanti. Upaya itu sebagai salah satu bentuk penghematan anggaran.

Mengingat semua pegawai di lingkungan Pemkab Sumedang diperintahkan untuk tidak memakai kendaraan dinas, sehingga mereka pulang dan pergi ke kantor atau pun melaksanakan kegiatan lainnya harus menggunakan angkutan umum atau sepeda.

“Termasuk saya sendiri. Kalau tidak menggunakan angkot, bisa saja memakai sepeda. Dengan penerapan satu hari tanpa kendaraan dinas, bisa menghemat anggaran sekitar Rp 70 juta. Hitungan tersebut, dengan hitungan bahan bakar kendaraan dinas memakai pertamax,” tutur Bupati Sumedang H. Ade Irawan di Gedung Negara Pemkab Sumedang Jln. Prabu Geusan Ulun, Sumedang, Minggu (30/11/2014).

Menurut dia, satu hari tanpa kendaraan dinas itu akan diumumkan langsung kepada seluruh pegawai pemda pada Upacara Peringatan HUT Korpri ke -43 tingkat Kab. Sumedang di Alun-alun Sumedang, Senin (1/12/2014). Bahkan ia sudah menandatangani surat edaran kepada seluruh pegawai agar Selasa (2/12/2014) nanti tidak menggunakan kendaraan dinas.

“Untuk kepentingan perjalanan dinas ke kantor, harus menggunakan sarana transfortasi umum, seperti angkot atau sepeda. Kebetulan yang saya pantau, hari Selasa depan tidak ada pejabat atau pun staf pemda yang melakukan dinas ke luar kota sehingga cocok diterapkan sehari tanpa kendaraan dinas,” katanya.

Ade Irawan menjelaskan, bukan mustahil penghematan anggaran dengan tidak menggunakan kendaraan dinas, akan diterapkan di kemudian hari atau tak hanya sehari saja. Hal itu, tergantung respon sehari tanpa memakai kendaraan dinas pada Selasa nanti.

“Kalau responnya positif dan tidak mengganggu kinerja pemerintahan secara umum, mungkin saja diterapkan di kemudian hari. Apalagi kalau masyarakat menghendakinya. Jadi, Selasa nanti itu, bisa dibilang uji coba dulu,” tuturnya.

Upaya penghematan lainnya, yakni memangkas belanja pegawai di lingkungan Pemkab Sumedang sebesar Rp 30 miliar. Efisiensi anggaran sebesar itu, dari belanja pegawai Rp 149 miliar yang tercantum dalam Raperda APBD tahun 2015 yang disahkan pada rapat Paripurna DPRD, Jumat (28/11/2014) lalu.

Pemangkasan atau rasionalisasi belanja pegawai itu, diantaranya dari belanja makanan dan minuman, alat tulis kantor, belanja perjalanan dinas 20 persen serta menghapus honorarium pegawai yang sudah menjadi tupoksinya (tugas pokok fungsinya).

“Hasil penghematan tersebut, akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Sebab, beberapa ruas jalan di Kab. Sumedang masih banyak yang harus diperbaiki. Misalnya, ruas Jalan Jingkang-Surian kondisinya rusak berat. Oleh karena itu, hasil pemangkasan belanja pegawai ini kita alokasikan untuk memperbaiki jalan yang rusak, ” tuturnya.

Lebih jauh Bupati Ade menyebutkan, upaya penghematan itu sebelumnya sudah menjadi prioritas dan fokus perhatian pemda. Lebih diperkuat lagi dengan keluarnya Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) No. 11 tahun 2014 tentang Pembatasan Kegiatan Pertemuan/Rapat di Luar Kantor. Sebelumnya pun, Menpan dan RB sudah mengeluarkan SE No. 10 tahun 2014 tentang Peningkatan Efektifitas dan Efesiensi Kerja Aparatur Negara.

“Kami akan menjalankan surat edaran itu dengan pelarangan bagi pejabat Pemkab Sumedang untuk melaksanakan rapat, seminar dan lokakarya di hotel atau tempat mewah lainnya. Berbagai kegiatan itu, cukup dilaksanakan di gedung-gedung pemerintahan. Begitu pula pengganggaran belanja barang dan jasa, akan dilakukan secara selektif. Hal itu, dengan memperhatikan target kinerja serta azas efektivitas, efesiensi, kepatutan dan kewajaran sehingga relevan dengan hasil kegiatannya,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, anggota dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ermi Triaji mengatakan, pihaknya mengapresiasi penghematan anggaran dengan sehari tanpa memakai kendaraan dinas itu. Hanya saja, kalau bisa cari penghematan anggaran yang signifikan dan prinsip.

Contohnya, pemangkasan belanja langsung dari honor panitia (pegawai) belanja barang dan jasa. “Sah-sah saja berhemat dengan satu hari tidak memakai kendaraan dinas. Namun, bagusnya cari penghematan anggaran yang signifikan,” tuturnya

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/