Bupati Sumedang Tinjau 5 Desa di Jatinangor yang Langganan Banjir

by -18 views

 Banjir tahunan yang melanda 5 (lima) desa di Kecamatan Jatinangor akibat meluapnya Sungai Cikeruh sejak beberapa hari lalu, kondisinya ditinjau Bupati Sumedang H. Eka Setiawan, Kamis, (23/11/2017) sore.
Menurut penuturan Camat Jatinangor Syarif Effendi Badar saat mendampingi Bupati bersama Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Hanne Budhi Eka Setiawan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum & Penata Ruang, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, unsur Dinas Sosial & Perlindungan Perempuan, dan Dinas Kesehatan menuturkan, banjir yang menerjang lima desa di wilayahnya tersebut memiliki ketinggian 40 s.d. 200 centimeter, dan telah mengakibatkan sebanyak 1.346 rumah terendam air, dengan rincian Desa Hegarmanah dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 14 rumah, Desa Cikeruh 221 rumah, Desa Sayang 731 rumah, Desa Mekargalih 317 rumah dan Desa Cipacing sebanyak 63 rumah.
“Banjir kali ini pun adalah yang terparah setelah banjir yang terjadi pada tahun 2010 silam. Beruntung, musibah ini tidak menyebabkan adanya korban jiwa. Namun kerugian masyarakat di lima desa terdampak diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” ungkapnya.
Tidak adanya korban jiwa dalam musibah banjir yang melanda saat ini pun ditengarai berkat antisipasi yang dilakukan masyarakat, seperti mendesain rumah mereka dengan membuat semacam rumah tingkat/loteng. Maka, ketika sewaktu-waktu banjir menerjang mereka dapat segera menyelamatkan diri dan sebagian harta bendanya masing-masing.
Walaupun demikian, diungkapkan Syarif warga terdampak banjir saat ini kondisinya memerlukan bantuan, baik sandang maupun pangan. “Saat ini mereka terutama memerlukan bantuan berupa pangan, sebab warga (korban) rata-rata tidak bisa melakukan aktivitas memasak karena letak dapur mereka yang berada di bawah serta rusaknya beberapa peralatan masak mereka akibat banjir yang terjadi,” terangnya.
Untuk itu, dirinya pun telah membentuk posko banjir Jatinangor di bawah kendali Satuan Polisi Pamong Praja Kec. Jatinangor yang bertempat di wilayah kantor kecamatan serta tersedianya dapur umum yang diprakarsai oleh Relawan Perubahan Jatinangor. Dari dapur umum tersebut, mampu menghasilkan sekitar 200 nasi bungkus perharinya yang diperuntukan bagi para korban di lima desa terdampak.
Sementara itu, selepas meninjau lima titik lokasi banjir jatinangor dan memberikan sejumlah bantuan, Bupati Eka mengatakan dirinya sangat prihatin melihat kondisi warga dari lima desa yang terkena banjir. Dirinya pun berjanji akan mencari solusi secepatnya sehingga bisa menanggulangi permasalahan banjir yang sudah menjadi langganan bagi warga dari kelima desa tersebut.
“Sebagai langkah awal kita akan coba melakukan normalisasi Sungai Cikeruh dengan cara pengerukan. Selain itu, kita juga sudah mengirimkan surat kepada Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat agar segera dilakukan pembahasan terkait penanggulangan banjir yang selalu terjadi di sini (Jatinangor, red), sekaligus melakukan koordinasi antar daerah yang dalam hal ini dengan Kabupaten Bandung, karena airnya juga sampai ke daerah mereka,” terangnya.
Untuk akselerasi penanggulangan banjir Jatinangor, disebutkan Eka dirinya juga akan melakukan Rapat Koordinasi secepatnya bersama pihak-pihak terkait, sehingga semua permasalah banjir jatinangor bisa segera diatasi. “Rencanaya besok (Jumat) kita juga akan melakukan Rakor guna mencari solusi tercepat dan juga terbaik dalam penanganan banjir ini. Saya harap masyarakat bisa bersabar dan tetap waspada bila sewaktu-waktu terjadi banjir susulan,” tandasnya

 

 

 

Sumber : http://eljabar.com