Cadas Pangeran Ambles

by -154 views

Jatinangorku.com – Dinas Perhubungan berencana melakukan rekayasa jalan terkait amblasnya jalan di kawasan Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang. Bahkan, pihaknya akan melarang angkutan barang bertonase besar akan untuk melintas di jalur tersebut.

Kepala Dishub Jabar, Dedi Taufik menuturkan, dalam waktu dekat ini akan berkoordinasi dengan pihak lainnya untuk membahas teknis kerusakan jalan. Pihaknya akan melakukan pembahasan secara komprehensif.

“Kita akan koordinasi dengan tim teknis jalan. Kita akan bicara secara komprehensif, terkait ada amblasan jalan di Cadas Pangeran,” tutur Dedi kepada wartawan di Gedung Pakuan, Rabu (10/9/2014).

Dishub Jabar akan menerjunkan tim untuk survei langsung ke lokasi guna mencari penyebab amblasnya jalan. Dishub akan mencari tahu kerusakan jalan itu akibat teknis jalan atau bukan.

“Jadi kalau memang dari teknis jalan menyatakan itu tidak boleh dilewati maka akan dilakukan rekayasa jalan atau pemutaran arus, jangan sampai kita tidak melakukan upaya preventif,” jelas dia.

Dengan adanya tim teknis, Dedi akan melakukan langkah selanjutnya. Termasuk apakah jalan tersebut masih layak dilalui kendaraan berat atau tidak.

“Kalau misalnya jalan tersebut tidak layak dilalui kendaraan angkutan berat maka pihaknya akan meminta perusahaan untuk tidak melintas di jalan itu,” kata dia.

Dedi menjelaskan, secara teknis, layak atau tidaknya Cadas Pangeran dilalui kendaraan barang bukan diputuskan Dishub. Namun, dia mengusulkan agar jalur tersebut tidak dilalui kendaraan berat.

“Untuk rekayasa jalan sendiri nantinya arus kendaraan akan dialihkan ke beberapa jalur alternatif. Kalau angkutan barang bisa ke tengah, yaitu ke cikamurang, cijelag, subang dan nanti masuk ke cikopo atau sadang,” kata dia.

Dia berjanji akan menindak tegas jika ada pengendara membandel. Terutama bagi pengemudi angkutan barang yang mengangkut kapasitas overload.

“Kita hanya rekayasa jalan, kita batasi tonase dan kita akan lebih keras dalam hal itu. Karena kita harus memiliki keberpihakan, masa dalam kondisi seperti ini pengusaha ga mau menertibkan tonase,” tutup dia

Sumber : http://www.inilahkoran.com/