Cegah Balas Dendam, Polisi Temui Ojek Pangkalan Pasca-Serangan Driver Ojek Online di Jatinangor

by -45 views

Guna menyelesaikan dan mendamaikan insiden bentrokan antara ojek online dan konvensional di kawasan Jatinangor pada Senin (27/11) malam, Polres Sumedang menggelar pertemuan yang dihadiri kedua belah pihak di Mapolsek Jatinangor, Selasa (28/11/2017).

Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata memimpin pertemuan yang bertujuan untuk meredakan situasi pascaaksi penyerangan oleh ratusan driver ojek online di wilayah Jatinangor. Pertemuan digelar sekira Pukul 11.30 WIB, juga dihadiri Kasubdit Kamneg IV AKBP Budi Satria, Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Dede Iskandar, KBO Intelkam Polres Sumedang Iptu Sutrisno, Kapolsek Pamulihan Iptu Agus Permana, Kanit Lantas Polsek Jatinangor Iptu Taufik Risnandar, dan Panit I Intelkam Polsek Jatinangor Ipda Ucu Abdurahman.

Dari pengemudi ojek yang hadir, di antaranya Ketua Forum Ojeg Pangkalan Jatinangor Endang Suhendar alias Endang Cala, Kanda (Ojek Hegarmanah), Romi (Ojek Jatos), Darji (Ojek Pangdam BGG), Alfi (Ojek Sukawening), Kusnadi (Ojek Sukawening), Asep (Ojek Hegarmanah), Hafid (Ojek Sukanegla), dan lain-lain.

“Dalan pertemuan tersebut, intinya disampaikan imbauan kepada para ketua/pengurus perwakilan ojek pangkalan Jatinangor agar tetap menjaga situasi agar kondusif. Para anggota ojek pangkalan agar tidak terprovokasi sehingga melakukan upaya perlawanan ataupun penyerangan susulan kepada pengemudi ojek online. Percayakan sepenuhnya perkara tersebut kepada Polres Sumedang,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus.

Para tukang ojek pangkalan, ujar Yusri, diimbau untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian jika ada perkembangan mengenai permasalahan tersebut dan hindari main hakim sendiri.

Setelah pertemuan itu, ungkap Kabid Humas, Polres Sumedang dan Polsek Jatinangor akan terus memonitor perkembangan situasi dan melakukan upaya-upaya penggalangan kepada pihak ojek onlinemaupun pihak ojek Pangkalan Jatinangor serta melakukan mediasi kedua pihak guna terciptanya situasi kondusif.

Sebelumnya diberitakan, massa diperkirakan berjumlah 500 orang yang diduga pengemudi ojek online mengamuk di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Senin 27 November 2017 sekira pukul 22.30 WIB. Mereka melakukan sweeping dan mengamuk sehingga mengakibat sejumlah sepeda motor dan pangkalan ojek konvensional rusak. 

Informasi yang diperoleh dari Bidang Humas Polda Jabar menyebutkan, 500 orang yang diduga pengemudi ojek online datang menggunakan ratusan sepeda motor dan konvoi di sepanjang Jalan Jatinangor. Sekira Pukul 22.30 WIB, ratusan orang itu berkumpul di depan Masjid Al-Jabbar, Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor.

Selanjutnya, massa menuju pangkalan ojek Cikuda dan merusak tempat penjualan bensin 2 tak. Puas mengobrak-abrik pangkalan bensin eceran, massa bergeser ke pangkalan ojek Warungkalde, Jatinangor dan kembali melakukan aksi perusakan. Barang-barang di pangkalan ojek itu jadi sasaran, seperti televisi, tempat duduk, dan bangunan hancur. 

Lalu massa bergeser ke pangkalan ojek konvensional dekat gerai makanan cepat saji dan melakukan perusakan di lokasi itu. Tak berhenti di situ, ratusan orang itu melanjutkan aksi anarkistis mereka ke pangkalan ojek Caringin. Para pelaku mencari pengemudi ojek konvensional sambil merusak pangkalan. 

Kemudian massa berputar arah di Saung Budaya Sumedang (Sabusu) dan merusak pangkalan ojek BGG atas. Belum puas, massa kembali melakukan konvoi ke arah gerbang lama kampus Unpad Jatinangor. Akibat aksi konvoi ratusan orang mengendarai motor tersebut, menimbulkan kemacetan arus lalu lintas di Jalan Jatinangor baik dari arah Bandung maupun Sumedang. Massa sempat tertahan di depan gerbang lama Unpad sehingga terjadi bentrokan dengan pengguna jalan lain. Akibat bentrokan tersebut, Irsyad, seorang tukang ojek konvensional terluka di kepala dan mendapat 11 jahitan.

Saat kejadian, korban sedang berbaring di tempat ojek pangkalan Bunga Mas seberang Pos Polisi Unpad Jatinangor. Tiba-tiba Irsyad diserang oleh sejumlah orang yang diduga pengemudi ojek online yang sedang melakukan konvoi dengan cara di lempar batu dan dipukul. 

Selain melakukan penganiayaan terhadap korban para pengemudi ojek online tersebut melakukan perusakan terhadap pangkalan ojek di gerbang lama Kampus Unpad Jatinangor. Tak hanya Irsyad, massa juga menganiaya Wawan Gunawan alias Uen, tukang ojek konvensional yang mangkal di Warung Kalde. Uen mengalami luka parah di tangan kanan dan kepala. Korban dibawa ke RS AMC Cileunyi dan mendapat 9 jahitan di tangan serta 25 jahitan di kepala.

 

 

 

Sumber : https://news.okezone.com