Cegah Kabur, Dinkes Usulkan Angkat 8 Dokter PNS

by -19 views

Cegah Kabur, Dinkes Usulkan Angkat 8 Dokter PNS

Jatinangorku.com – Puskesmas terpencil di Kabupaten Sumedang selalu kehilangan dokternya setelah sebelumnya izin tak bertugas beberapa hari. Setelah itu, dokter tersebut tak datang lagi tanpa memberikan pemberitahuan dan alasan apapun.

Kepala Dinas Kesehatan Sumedang Retno Ernawati mengatakan, dokter yang ditempatkan di daerah terpencil itu memang dokter PTT atau Pegawai Tidak Tetap. Agar kejadian itu tidak terulang, Dinas Kesehatan Sumedang mengusulkan untuk mengangkat dokter PNS yang khusus ditempatkan di daerah terpencil di Sumedang.

“Banyak dokter PTT di puskesmas terpencil itu kabur, padahal masih bertugas, ya sudahlah daripada terus-terusan begini, saya juga pusing ngurusnya, akhirnya. Kami usulkan ke bupati harus ada 8 dokter PNS yang akan ditempatkan di puskesmas terpencil,” kata Retno, Senin (19/5/2014).

Menurut Retno, dokter-dokter tersebut akan langsung diangkat menjadi PNS dengan tidak melalui seleksi CPNS kategori umum. Namun, tinggal mendaftar saja dan harus siap ditempatkan di puskesmas terpencil.

Dari 32 puskesmas di Sumedang, ada 2 puskesmas yang tidak memiliki dokter, yaitu Puskesmas Surian dan Puskesmas Hariang. Surian adalah kecamatan yang berbatasan dengan Subang. Sementara Hariang adalah wilayah desa di Kecamatan Buahdua yang berbatasan dengan Kecamatan Tanjungkerta dan Tanjungmedar serta berbatasan dengan Kabupaten Indramayu.

Secara geografis, wilayah ini tidak terpencil karena sudah ada jembatan yang menghubungkan Surian dan kecamatan lainnya. Yang membuat wilayah ini terpencil, jaraknya yang jauh dari pusat kota. Sementara, beberapa ruas jalan desa menuju dua wilayah ini sering rusak berat. Puskesmas lainnya yang sulit ditempuh karena alasan buruknya infrastruktur yaitu Cibugel dan Sukasari.

Kebutuhan dokter di setiap puskesmas semakin mendesak, seiring dengan berlakunya pelayanan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

“Untuk menyukseskan BPJS, setiap puskesmas harus memiliki dokter umum dan dokter gigi,” ujar Retno.

Selain melengkapi dokter di setiap puskesmas, untuk menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini, beberapa puskesmas pembantu (Pustu) di Sumedang dipersiapkan untuk menjadi puskesmas. Termasuk juga peningkatan pelayanan puskesmas menjadi puskesmas dengan fasilitas perawatan

Sumber : http://www.inilahkoran.com/