Cegah Truk Tronton Bertonase 10 Ton Masuk Jalan Lokal, Pemkab Dituntut Berani

by -58 views

Cegah Truk Tronton Bertonase 10 Ton Masuk Jalan Lokal Pemkab Dituntut Berani

jatinangorku.com – Anggota Komisi C DPRD Kab. Bandung, Aep Saefullah meminta Pemkab Bandung memiliki keberanian memasang portal di ujung jalan lokal (jalan kabupaten) guna mencegah masuknya truk tronton dengan tonase di atas 8-10 ton. Pemasangan portal itu bagian dari pemeliharaan dan pencegahan kerusakan jalan di Kab. Bandung yang selama ini terus terjadi.

“Jadi untuk apa jalan lokal di Kab. Bandung terus diperbaiki dengan dana miliaran rupiah, jika ‘sang perusak jalan’, yakni truk tronton bermuatan batu bara yang melebihi kapasitas dibiarkan masuk. Masyarakat harus tahu masalah ini. Karena dana yang digunakan untuk jalan berasal dari pajak rakyat juga,” kata Aep kepada “GM” di Solokanjeruk, Kab. Bandung, Selasa (17/9).

Menurut Aep, untuk menjaga kualitas jalan dan tidak menghamburkan uang rakyat, truk tronton pengangkut batu bara hanya diperbolehkan masuk sampai jalan kolektor (jalan provinsi). “Karena itu, kita sangat berharap pejabat Pemkab Bandung berani melakukan portalisasi terhadap kendaraan yang masuk jalur jalan lokal (jalan kabupaten). Namun yang menjadi pertanyaan, beranikah Pemkab Bandung melakukan hal itu,” ucapnya.

Aep juga mengatakan, terkait dengan banyaknya truk tronton yang melintasi jalan kabupaten, perlu ada ketegasan dari Pemkab Bandung. “Sebab ada aturan yang melarang tronton masuk jalan lokal (kabupaten),” katanya.

Menjaga kualitas

Aep mengatakan, jika ada keberanian dari pemerintah terkait, sama dengan menjaga kualitas agar jalan tidak cepat rusak. Soalnya, pemerintah setiap tahun terus-menerus mengeluarkan anggaran untuk perbaikan dan rehabilitasi jalan rusak.

“Untuk pembangunan Jalan Lingkar Majalaya sepanjang 6,90 km saja anggarannya Rp 85,5 miliar. Sementara untuk tahun ini (2013) sebesar Rp 1,5 miliar dalam bentuk program rehabilitasi jalan. Ini kan uang rakyat,” katanya.

Aep pun mengkritisi dinas terkait dalam sebuah pertemuan di Bandung yang sudah mengeluarkan anggaran miliaran rupiah. “Anggaran sudah cukup besar digulirkan pemerintah, tetapi gorong-gorong yang bolong di Jalan Lingkar Majalaya masih dibiarkan. Padahal, panjangnya sekitar 1,5 meter dan lebar 1 meter. Gorong-gorong yang bolong itu dapat mengancam pengendara,” katanya.

Lebih lanjut Aep mengatakan, khusus untuk program rehabilitasi jalan yang anggarannya dari Provinsi Jabar melalui Dinas PU Bina Marga Provinsi Jabar di Kab. Bandung, sedikitnya ada delapan titik pembangunan. Di delapan titik itu dengan total anggaran lebih dari Rp 8,5 miliar.

Sumber : http://klik-galamedia.com/