Cerita Gelandang Persib, Jalan Kaki Bandung-Jatinangor

by -70 views

Jatinangorku.com – Tidak ada usaha yang sia-sia. Mungkin kalimat itu cocok ditujukan kepada Gelandang Persib Bandung Dedi Kusnandar. Saat menimba ilmu di sekolah sepak bola (SSB), Dedi kerap jalan kaki dari Bandung ke Jatinanor.

Menapaki karir menjadi pesepak bola bukanlah hal mudah bagi Dedi. Semenjak bergelut dengan dunia sepak bola, hal perih pernah dirasakan oleh pemain berusia 23 tahun itu. Dedi mengaku kerap berjalan kaki dengan jarak yang jauh sepulang latihan dari SSB.

“Waktu SSB dari Jatinangor ke Sumedang pernah jalan kaki, waktu SSB di UNI juga pernah dari Bandung ke Jatinangor jalan kaki, itu mungkin pengalaman yang tidak bisa saya lupakan. Waktu itu usia saya 10 tahun,” tutur Dedi.

Berkat tekadnya yang bulat untuk bisa menjadi pemain profesional, berbagai hambatan tak lantas dijadikannya sebagai alasan untuk mengeluh, atau tak mau latihan. Dia juga mengaku termotivasi ketika melihat para seniornya bergabung dengan Persib.

“Cape, panas buat menjadi pemain Persib juga tidak dirasa,” tuturnya.

Dedi sendiri mengidolakan pemain senior Persib, seperti Eka Ramdani dan Yaris Riyadi yang tenar dikalangan Bobotoh. Semasa kecil, sebagai putra daerah, Dedi meyimpan motivasi memperkuat Maung Bandung.

“Lihat Eka Ramdani, terus Yaris Riyadi setiap latihan mereka itu dipandang teman-teman di SSB sebagai idola, dari situ motivasinya. Kalau mereka bisa, kenapa saya tak bisa,” terang mantan pemain Persebaya Surabaya itu.

Dunia sepakbola memang tak asing lagi buat Dedi, sebab ia terlahir dalam keluarga yang mengemari olahraga itu. Sayangnya, dari kerabatnya yang lain, hanya Dedi yang melenggang menjadi pemain profesional.

“Karena dari lingkungan keluarga juga mayoritas pemain sepakbola, ayah juga pemain bola, main di klub amatir, kakak-kakak saya juga dulu pemain bola. Di UNI di Pelita U-21 juga pernah bareng,” katanya.

Hingga kini, keluarganya masih terus mendukungnya agar tampil baik di lapangan. Sesekali, ketika berlaga, pemain yang akrab disapa Dado itu pun mengaku masih sering mendapatkan perhatian dari keluarga.

“Kedua orang tua saya dari kecil memberikan dukungan, pertama dari segi moril seperti dukungan motivasi, sekarang juga kalau saya mau tampil suka menelepon, mendoakan,” jelasnya.

Kini, cita-citanya sejak kecil sudah terwujud untuk menjadi bagian dari skuat Persib. “Harapan pribadi ingin bermain di Persib lebih baik lagi, terus terpilih menjadi pemain timnas senior dan karir bisa lebih baik lagi, membawa Persib juara,” pungkasnya.

Sumber : http://pojoksatu.id/