Cerita Warga Jatinangor Berfoto Santai di Tengah Jalan yang Sepi

by -282 views
Cerita Warga Jatinangor Berfoto Santai di Tengah Jalan yang Sepi
Cerita Warga Jatinangor Berfoto Santai di Tengah Jalan yang Sepi

Ramai di media sosial Facebook, salah seorang pengemudi ojek tengah duduk santai di tengah Jalan Ir. Soekarno, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu, (26/4/2020).

Diketahui pengemudi ojek tersebut bernama Ude Suhana (47), warga asal Babakan Caringin, Kecamatan Jatinangor, Sumedang yang kebetulan sedang mangkal menunggu penumpang.

Nampak dari foto Ude, kondisi jalan tersebut terlihat sedang lenggang karena sedang diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jatinangor, Sumedang yang bertepatan dengan perbatasan Kabupaten Bandung.

Untuk menghibur diri dalam kondisi wabah COVID-19 ini, Ude Suhana bersama teman seprofesinya sebagai tukang ojek melakukan pertunjukan dengan duduk santai di tengah jalan.

“Kebetulan jalan lagi kosong, karena sedang penerapan PSBB, sambil menghilangkan kejenuhan juga sambil menghibur diri sama warga yang lewat,” kata Ude, Minggu (26/4/2020).

Ude yang setiap harinya mangkal di sebrang kampus IKOPIN, Jatinangor ini merasa jenuh karena orderan penumpangnya kian hari semakin sepi akibat wabah COVID-19. Belum lagi saat ini sedang diberlakukannya PSBB di wilayah tersebut.

Tanpa disengaja, tingkah laku Ude ini diabadikan oleh teman seprofesinya dan sampai di share ke group WhatsApp dan sosial media lainnya sehingga dirinya ramai diperbincangkan oleh warga sekitar hingga sejumlah warga Sumedang lainnya.

“Kebetulan jalan kosong, tadinya enggak kepikiran da soalnya iseng, begitu saya duduk di kursi sambil tiduran di jalan,sama teman saya yang sama-sama tukang ojek di foto terus di sebar ke group WhatsApp sama Facebook,” katanya sambil tertawa tanpa ada beban.

Ude mengaku, akibat dampak virus Corona ini dalam sehari dirinya hanya mendapatkan orderan satu penumpang. Kadang untuk mengisi kekosongan itu, dirinya perlu sebuah hiburan walau hanya sekedar tertawa bersama teman satu profesinya.

“Gara-gara virus Corona, penghasilan jadi menurun. Sekarang penghasilan sehari cuman dapet Rp 25 ribu, paling gede Rp 50 ribu. Yang biasanya sehari biasa Rp 250 ribu seharian,” tutur Ude.

Ude mengaku tidak memiliki kegiatan lain selain mengojek agar dapurnya bisa tetap mengepul. Namun di tengah situasi yang semakin sulit dia kadang hanya bisa melepas beban dengan tertawa bersama temannya.

 
“Jika tidak ngojek mau ngapain lain, kegiatan saya cuman ngojek jadi kadang setiap hari ada di rumah soalnya sepi penumpang. Nah ga ada aktivitas itu ya saya mencoba untuk menghibur diri, eh pas lihat tadi banyak warga yang ngelewat jadi ikut tertawa juga,” katanya.

Belum lagi kata Ude dirinya harus menafkahi 3 anaknya di rumah, karena istrinya sudah meninggal sejak lama. Sehingga dirinya harus berusaha lebih keras untuk menafkahi anak-anaknya, makannya biar tetap semangat dirinya harus tetap gembira dalam kondisi sedang kesulitan ini.

“Saya kan perlu menafkahi 3 anak di rumah, soalnya istri saya sudah meninggal dari tahun 2012 lalu, makannya biar ga setres ya setidaknya bisa menghibur dirilah,” ujarnya.

 
sumber: detik
 
Baca juga :