Ceu Popong, Dewi Sartika Modern di Jawa Barat

by -108 views
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan memiliki kesan khusus ketika pertama kali bertemu dan mengingat sepak terjang Dr (HC) Popong Otje Djunjunan (Ceu Popong) sejak tahun 2008 di Jawa Barat. Bagi Netty, Ceu Popong adalah sosok teladan, sosok ibu dan panutan yang menjadikannya bukan sembarang perempuan.
 
“Saya melihat Ceu Popong ini, kalau boleh saya katakan beliau adalah idola saya. Kenapa? Beliau sukses di rumah menjadi seorang Ibu bagi anak-anak dan keluarga, tapi juga mampu jadi pejuang di ruang publik,” kata Netty usai menghadiri Penganugerahan Rekor Muri Kategori Anggota DPR Dengan Penghargaan Terbanyak untuk Dr (HC) Popong Otje Djunjunan.
 
Ceu Popong mendapatkan sekitar 506 penghargaan berupa sertifikat, plakat dan piagam sejak tahun 1957 hingga sekarang. Beliau merupakan seorang politikus perempuan Indonesia yang telah menjadi anggota DPR RI sejak 1987 asal Jawa Barat.
 
Maka, lanjut Netty, Ceu Popong memang layak mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak atau organisasi bahkan Rekor Muri. Karena Ceu Popong merupakan sosok perempuan yang mampu mengartikulasikan sejumlah kebutuhan dan kepentingan yang memang menjadi hak perempuan dan anak secara khusus. Jadi bisa dikatakan Ceu Popong ini Dewi Sartika Modern di Jawa Barat.
 
Sehingga tek henti-hentinya Netty mengungkapkan apreasiasi dan rasa bangganya pada Ceu Popong yang menunjukkan kelasnya sebagai politisi perempuan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat tanpa memandang partai dan latar belakang lainnya.
 
Diceritakan Netty, Ceu Popong pernah mendorongnya dalam pencalonan Ketua BKOW Jawa Barat. Padahal diketahui Netty, Ceu Popong mempunyai partai politik sebagai “rumahnya” dan pastinya punya pilihan sendiri tetapi secara objektif beliau melihat Netty mempunyai kapasitas.
“Jadi inilah yang kita butuhkan dalam sosok Kebhinekaan Republik Indonesia, orang-orang yang mengerti esensi Kebhinekaan secara dewasa dan matang memandang setiap perbedaan,” kata Netty.
 
“Mudah-mudahan sosok Ceu Popong ini menginspirasi seluruh politisi khususnya politisi perempuan, sehingga perempuan bukan sekadar ada, tapi perempuan mampu memperjuangkan setiap kebutuhan masyarakat yang diwakilinya,” harap Netty.
 
Pada kesempatan yang sama, Ceu Popong juga menceritakan pengalamannya pertama kali saat bertemu Netty Heryawan sebagai Istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Dia mengatakan Netty merupakan sosok yang disukainya, karena banyak bertanya, mendengar dan melihat.
 
Pertanyaan pertama yang diungkapkan Netty pada Ceu Popong, “Ceu saya mau tahu bagaimana karakter perempuan di Jawa Barat? Di utara bagaimana? Di priangan bagaimana? Di sebelah barat bagaimana?” kutipnya.
 
“Tidak pernah ada da, yang nanya seperti itu ke Ceu Popong mah, cuman beliau yang tanya. Kemudian lucu, kalau nyambut beliau suka nanya dulu, bahasa Sundanya ka saya. Nah itukan sudah menunjukkan bahwa beliau berusaha menjadi First Lady yang baik tanpa melihat umur,” seloroh Ceu popong.
 
“Kitu tah terus terang we matak saya mah nyaah kadieu teh. Karena mau bertanya, untuk apa? Supaya beliau tepat mengambil langkah,” sambungnya.
 
Ketua Museum Rekor Indonesia (Muri) Jaya Suprana menuturkan biasanya Muri memberi kehormatan kepada pihak yang menerima anugerah. Berbeda halnya dengan hari ini, justru terbalik Muri merasa terhormat diperkenankan menganugerahkan penghargaan pada Ceu Popong.
Ceu Popong merupakan tokoh masyarakat bukan saja anggota salah satu parpol. “Jadikan Ceu Popong sebagai teladan dan penghargaan ini harus menjadi motivasi bagi anggota DPR lain lebih baik,” ujarnya.