Cikijing Sisakan Limbah, Air Sungai Kian Menyusut

by -37 views

Cikijing Sisakan Limbah, Air Sungai Kian Menyusut

Jatinangorku.com – Kemarau membuat debit aliran air empat sungai di wilayah timur Kab. Bandung dan wilayah barat Kab. Sumedang kian menyusut. Keempat sungai tersebut, yakni Citarik, Cimande, Cikijing dan Cikeruh. Termasuk induk sungai, Citarum juga mengalami penyusutan debit air.Sungai Cikijing dan Cikeruh kini hanya menyisakan aliran limbah cair pabrik. Penyusutan debit air terlihat juga di Sungai Citarik dan Cimande. Penyusutan lebih parah terpantau di Sungai Cikeruh. Sementara aliran air Sungai Cikijing terlihat hitam dan bau.

Penyusutan debit sungai tersebut berpotensi memicu kekeringan ribuan hektare sawah. Namun sebagian sudah dipanen. 

Untuk menanggulanginya, sejumlah kelompok tani berusaha membendung Sungai Citarik, tempat bermuaranya Sungai Cimande dan Cikijing di Bendungan Adimaja, perbatasan Kec. Rancaekek dan Kec. Solokanjeruk, Kab. Bandung.

Air dari bendungan dialirkan ke sawah milik warga. Namun aliran air tersebut tidak bisa menjangkau lahan yang jaraknya cukup jauh sehingga hanya mengairi sawah di Desa Sukamanah, Kec. Rancaekek.

Ditarik diesel

Petani di Rancaekek, Sobari (68) mengatakan, air dari Adimaja hanya bisa disedot mesin diesel dengan jarak ratusan meter. “Lahan yang dekat dengan Sungai Citarik masih bisa diselamatkan dengan menyedot air menggunakan mesin diesel,” katanya.

Tetapi lahan pertanian yang jauh dari sungai kini terancam kekeringan. Apalagi jika tidak ada hujan. “Ini saja selokan-selokan sudah kering,” katanya.

Menurutnya, memasuki musim kemarau ini, banyak petani yang mengalami kerugian karena produksi menurun. “Kalau cukup air, lahan seluas 14 meter persegi bisa menghasilkan 10 kg gabah kering panen. Tapi saat ini hanya menghasilkan 4 kg,” katanya.

Sama halnya yang dikatakan Ketua Brigade Kec. Rancaekek, Aep Daman. Air Bendungan Adimaja belum bisa menjangkau lahan sawah yang jaraknya lebih dari 1 km. Seperti lahan di Desa Tegalsumedang, Kec. Rancaekek. “Lahan yang ada di bagian tengah dan jauh dari Adimaja, tidak bisa terairi sehingga terancam kekeringan,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com/