Curug Cinulang, Keindahan Berbalut Mitos

by -221 views
Curug Cinulang, Keindahan Berbalut Mitos
Curug Cinulang, Keindahan Berbalut Mitos

Curug Cinulang, Keindahan Berbalut Mitos

DI Curug Cinulang
Batin ceurik balilihan
Numpang kana panghareupan
Cinta urang mugi asih papanjangan

Salah satu bait lagu Curug Cinulang yang ditulis Yana Kermit di atas, merupakan pengharapan tulus sepasang manusia. Makin syahdu ketika lagu ini dinyanyikan secara utuh oleh Yayan Jatnika.

Boleh jadi harapan itu disampaikan sekaligus ingin menepis mitos di tengah masyarakat. Konon, jika ada pasangan yang sedang menjalin kisah asmara datang ke tempat ini, dipastikan hubungan mereka bakal cepat berakhir atau putus sebelum sempat naik pelaminan.

Sebaliknya, mereka yang datang sendirian ke Curug Cinulang diyakini bakal mendapatkan jodoh. Meski pasangan itu bukanlah warga setempat. Bisa saja pasangan itu adalah orang yang sedang berkunjung ke tempat eksotis ini.

Terlepas kisah di atas, keindahan Curug Cinulang memang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Curug Cinulang yang berada di kawasan hutan lindung Gunung Masigit Kareumbi terdiri dari dua air terjun yang memancarkan air dari ketinggian sekitar 30 meter.

Tidak semua pengunjung bermain langsung di bawah curahan air terjun. Sebagian mereka yang tak kuat menahan kuatnya curahan air biasanya memilih bermain di kolam yang letaknya tak jauh dari titik jatuhnya air. Lainnya memilih bermain air di aliran sungai dangkal.

Masih banyak pohon rindang membuat udara di sekitar Curug Cinulang tetap terasa sejuk, meski cuaca sedang terik. Sebab percikan air terjun yang terkena batu langsung tertiup angin ke berbagai arah. Sesekali di antara percikan air tersebut tampak juga pelangi dengan warna tersamar.
Selain itu, pengunjung tempat ini juga bisa melakukan aktivitas tracking menyusuri jalan setapak di bukit seberang sungai.

Dari sana bisa didapatkan sudut pandang yang cocok buat berfoto, karena terlihat lebih luas ke arah air terjun. Ada juga sejumlah warung sederhana untuk beristirahat sambil menikmati minuman panas dan camilan.

Dari Kota Bandung, Curug Cinulang dapat ditempuh dalam waktu normal sekitar 1,5 jam. Jarak tempuhnya sekitar 38km. Umumnya wisatawan dari Kota Bandung memilih jalur tol Cileunyi. Kemudian ke arah Nagreg dan Cicalengka.

Di ruas jalan utama yang kerap digunakan sebagai jalur mudik musim lebaran ini, bakal ada sejumlah papan penunjuk ke arah Curug Cinulang. Jalan desa sepanjang 2,5 km ini mengantar pengunjung hingga tiba di area parkir. Dari tempat ini pengunjung dapat berjalan kaki ke air terjun dengan jarak sekitar 100m.

Tentu saja, wisatawan harus ekstra hati-hati saat menyusuri jalan tanah dan batu ini. Sebab ada bagian jalan tertentu yang licin karena lumut atau tanah basah. Perjalanan ke tempat ini makin mengasyikkan jika dilakukan bersama keluarga maupun teman-teman

Sumber : http://www.inilahkoran.com/