Daerah Jatinangor dan Sekitarnya Jadi Wilayah Paling Berbahaya bagi Ojek Online

by -26 views
Bandung Timur menjadi wilayah paling rawan bagi para driver ojek online.
Hal itu diakui beberapa driver ojek online yang ditemui Tribun Jabar di tengah aksi demonstrasi di depan Gedung Sate, Senin (20/11/2017).
“Paling bahaya itu Bandung Timur, daerah Jatinangor ke sana (ke timur),” ujar Syafrizal, seorang driver ojek online. 
Ia juga mengatakan sebisa mungkin menghindari menjemput penumpang di dekat terminal dan ojek pangkalan. 
Hal yang sama diungkapkan driver ojek online lainnya Ridwan.
“Daerah bahaya dari Cicaheum ke timur. Dari Jatihandap ke sana (ke arah timur),” kata Ridwan. 
Bedanya, Ridwan mengaku tidak khawatir untuk menjemput dan mengantarkan penumpang di terminal.
Ia mengaku cuek saja, karena menurut dia yang penting adalah menghasilkan uang. 
Intimidasi secara langsung memang tidak pernah ia dapatkan, tapi beberapa kali ia diteriaki tukang ojek pangkalan saat melintas. 
Ervan, yang juga bekerja sebagai driver ojek online juga mengakui Bandung Timur sebagai daerah yang rawan bagi ojek online. 
Tetapi, bukan berarti daerah lainnya aman. 
“Bandung selatan juga ada intimidasi,  banyak spanduk larangan untuk ojek online. Itu di daerah Dayeuh Kolot ke selatan juga banyak. Tapi memang Bandung Timur sih yang paling bahaya,” ujarnya. 
Ia juga mengaku menghindari antar-jemput penumpang di dekat ojek pangkalan. 
“Kalau penumpang dekat pangkalan, saya suruh geser, kalau ngga, cancel aja daripada cari masalah,” ujarnya. 
Ia mengaku tidak pernah mendapat intimidasi secara langsung dari oknum ojek pangkalan atau sopir angkot, tetapi temannya pernah.