Dalam Dua Tahun Terakhir, Populasi Kerbau dan Sapi di Jabar Berkurang

by -20 views

Dalam Dua Tahun Terakhir, Populasi Kerbau dan Sapi di Jabar Berkurang

Jatinangorku.com – Dalam dua tahun terakhir populasi sapi dan kerbau di Jawa Barat mengalami penurunan sekitar 15%. Hal itu pun membuat persediaan sapi dan kerbau di Jawa Barat semakin kurang.

Kepala Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Ruslan mengatakan, berdasarkan hasil sensus pertanian 2013 di wilayah Provinsi Jawa Barat diketahui pada periode 1 Juni 2011 sampai dengan 1 Mei 2013, jumlah populasi sapi dan kerbau di Jawa Barat sebanyak 587.284 ekor. Namun demikian jumlah tersebut turun sekitar 15% dari populasi sapi dan kerbau pada 2011 yang mencapai 693.116 ekor.

“Dalam 2 tahun terakhir ini populasi sapi dan kerbau turun sekitar 106 ribu ekor, dari 693.116 ekor menjadi 587.284 ekor,” jelas Ruslan kepada wartawan di kantor BPS Jabar, Jalan P.H.H. Mustopa, Kota Bandung, Senin (2/9).

Dikatakannya, secara absolut penurunan populasi sapi/kerbau yang paling signifikan terjadi di Kabupaten Bandung. Pada tahun 2011 populasi sapi dan kerbau di Kota Bandung mencapai 76.892 ekor sementara ditahun 2013 turun menjadi 54.198 ekor. Penurunan cukup signifikan pun terjadi juga di wilayah Tasikmalaya dan Ciamis.

Seperti halnya di Tasikmalaya pada tahun 2011 jumlahnya mencapai 66.671 ekor, sedangkan pada tahun 2013 jummlahnya menjadi 54.846 ekor. Sementara di Ciamis pada tahun 2011 jumlahnya mencapai 41.165 ekor dan ditahun 2013 menjadi 29.917 ekor.

“Untuk penurunan di Kota Bandung yang paling signifikan, tetapi untuk kenaikan populasi terbesar itu terjadi di Kabupaten Purwakarta, dari 20.167 ekor ditahun 2011, menjadi 21.647 ekor di tahun 2013,” katanya.

Dikatakannya, ada beberapa faktor yang membuat penurunan populasi sapi dan kerbau. Diantaranya adalah pembatasan kuota impor sapi bakalan dari luar negeri. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap populasi sapi di Jawa Barat. Terlebih Jawa Barat bukan merupakan lokasi produksi sapi.

“Impor sapi dibatasi, sementara kebutuhannya terus meningkat sehingga membuat sapi produktif pun banyak yang dipotong dan semakin mengurangi populasinya,” katanya.

Belum maksimal

Sementara Ketua Asosiasi Pedagang Daging Sapi Indonesia (Apdasi) Jabar, Dadang Iskandar mengatakan, penurunan populasi sapi di Jawa Barat membuktikan program swasembada sapi yang dicanangkan pemerintah belum memberikan hasil maksimal. Populasi sapi di Jabar, justru turun dan menyebabkan gejolak harga di pasaran hingga saat ini.

“Kebutuhan sapi di Jabar sangat tinggi, sementara populasinya sangat terbatas dan membuat harga sapi terus bergejolak,” katanya.

Kondisi tersebut jelas sangat memprihatinkan. Pihaknya berharap pemerintah bisa menambah kuota impor sapi, terutama untuk sapi siap potong. Sehingga hal itu bisa meredam gejolak harga daging sapi saat ini.

Sumber : http://klik-galamedia.com