Dalam Memasarkan Produk UKM Sumedang Butuh Ruang Publik

by -33 views

Dalam Memasarkan Produk UKM Sumedang Butuh Ruang Publik

Jatinangorku.com – Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Kab. Sumedang masih kesu­litan memasarkan produk hasil karya­nya. Salah satu kendala pemasaran tersebut akibat tidak ada fasilitas ruang publik strategis yang bisa dijadikan sen­tra pemasaran. Kondisi ini diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Per­dagangan Kab. Sumedang, H. Asep Sudrajat kepada “GM”, Kamis (7/8).

“Pemerintah berkewajiban untuk memfasilitasi serta melindungi kelangsungan pelaku UKM. Di antaranya de­ngan menyediakan wadah atau tempat yang bisa digunakan sebagai pe­masa­ran, semacam ruang publik,” katanya.

Di Sumedang saat ini, terdapat lebih dari 10.000 pelaku UKM yang tersebar di 26 wilayah kecamatan. Kegiatan usa­ha mereka sangat variatif dan me­mi­liki kualitas yang tidak kalah dengan pro­duk dari daerah lain.

Hanya disayangkan, sampai saat ini pelaku UKM belum memiliki kesempatan untuk memasarkan produknya secara luas. “Pemasaran produk UKM masih dilakukan secara konvensional. Itu artinya, peluang meningkatkan hasil usaha dari penjualan, masih sangat terbatas. Untuk itu, sekarang kami terus berupaya memfasilitasi mereka agar mendapat kesempatan menjual produknya lebih meningkat,” katanya.

Salah satu upaya yang tengah dibangun adalah melakukan terobosan kerja sama dengan pengusaha toko dan pasar modern di wilayah Sumedang. Konkretnya, setiap pengusaha harus bersedia memasarkan hasil produk UKM, baik berupa makanan ataupun kerajinan. Soal kemasan, sepenuhnya diserahkan kepada pihak pengusaha yang bersangkutan.

“Kemasan mendapat perhatian yang detail. Sehingga produk UKM yang dijual di toko atau pasar modern itu bisa menarik minat konsumen. Dan itu men­­jadi bagian trik pemasaran. Selain itu, yang terpenting bagi kami adalah bagaimana caranya agar produk UKM diterima pasar. Sehingga kesejahteraan mereka terdong­krak,” terangnya.

Lepas dari itu, keberadaan ruang publik yang strategis untuk mema­sar­kan hasil produk UKM tetap harus jadi perhatian pemerintah, termasuk unsur DPRD. Ada beberapa lokasi yang bisa dijadikan ruang publik. Misalnya ka­wa­san Pacuan Kuda Sumedang dan Ta­man Hutan Rayan Palasari atau tempat lainnya yang memungkinkan untuk dibangun ruang publik.

Dengan tidak adanya ruang publik yang representatif, pemerintah daerah kesulitan menggelar even besar. Seperti menggelar pameran produk UKM.

“Oleh sebab itu, ruang publik ini sudah menjadi kebutuhan yang tidak bi­sa ditunda lagi. Apalagi jika dikaitkan dengan realisasi pembangunan jJalan Tol Cisumdawu. Jika Sumedang tidak ingin hanya menjadi daerah lintasan, maka secepatnya harus menciptakan simpul-simpul yang menarik untuk dikunjungi,” tegasnya

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/