Dalam Rangka Peningkatan Mutu Pendidikan, IPDN adakan Rapat Pembahasan Kurikulum

by -76 views

 

(Jatinangor, 27 Maret 2012) Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, IPDN sebagai salah satu sekolah tinggi kepamongprajaan yang akan mencetak lulusan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, dituntut untuk mempunyai kurikulum yang berkualitas sehingga tujuan penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di atas akan tercapai. Berkenaan dengan hal tersebut, IPDN menyelenggarakan Rapat Kurikulum IPDN yang dipimpin langsung oleh Rektor IPDN didampingi oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik. Selain itu, rapat ini juga dihadiri oleh Direktur IPDN Kampus Kalimantan Barat dan para Asdir I dari kampus IPDN di daerah antara lain IPDN Papua, IPDN NTB dan IPDN Sumbar. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 27 Maret 2012 bertempat di Ruang Rapat Grha Wyata Praja IPDN Jatinangor.

Dalam kegiatan ini pemaparan kurikulum dibahas oleh Prof. Dr. H Wirman Syafri, M.Si yang juga merupakan Pembantu Rektor Bidang Akademik,  sedangkan Pembahas/Penelaah pada rapat pembahasan kurikulum dihadirkan nara sumber dari pakar kurikulum dari UPI Bandung yaitu :

1.  Prof. Dr. Ishak Abdullah, M.Pd
2.  Prof. Dr Ashari Djohar, M.Pd

Beliau mengkritisi dan memberi masukan terhadap struktur kurikulum yang telah disusun oleh tim yang ditunjuk berdasarkan SK Rektor.  Masukan-masukan ini menjadi bahan bagi tim untuk melakukan penyempurnaan akhir sebelum kurikulum di implementasikan di IPDN.

Diharapkan kurikulum yang digunakan IPDN akan membuat Praja untuk bisa berpikir secara jernih dengan menggunakan intelektualitasnya sebagai mahasiswa. Mereka dituntut tidak hanya menggunakan otot atau kebiasaan dalam menentukan sesuatu. Jauh dari pada itu, akal adalah yang paling relevan untuk menunjukkan sikap seorang mahasiswa dalam menggambil keputusan. Selain itu Praja diharapkan bisa mencapai pada arah membuat sesuatu untuk mengaplikasikannya. Praja diharapkan untuk proaktif dalam kegiatan untuk bisa mendapatkan materi kuliah yang baik, dan dosen menjadi seorang fasilitatornya.

Sumber : Humas IPDN