Dampak Debu Vulkanik tak Hilang dengan Minum Susu

by -68 views
Dampak Debu Vulkanik tak Hilang dengan Minum Susu
Dampak Debu Vulkanik tak Hilang dengan Minum Susu

Dampak Debu Vulkanik tak Hilang dengan Minum Susu

Jatinangorku.com – Bukan hanya debu vulkanik yang bisa mengganggu sistem pernapasan. Debu rumah tangga pun berbahaya jika dibiarkan.

Hingga dua pekan setelah Gunung Kelud, di Kediri Jawa Timur meletus, begitu banyak media massa memberi informasi tentang bahaya debu vulkanik bagi kesehatan manusia. Sejumlah lembaga resmi di bidang kesehatan juga gencar mengajak masyarakat waspada.

Sifat dan karakteristik debu vulkanik memang berbeda dengan debu rumah tangga. Debu vulkanik biasanya mengandung silika berkisar 45-65%. Kandungan lainnya yaitu besi, mangan, timbal, tembaga, krom dan seng, serta berbagai asam, dan gas.

Dokter spesialis paru dari RS Paru dr HA Rotinsulu, dr Reza K Tanuwihardja SpP mengatakan, masyarakat yang tinggal cukup jauh dari lokasi gunung meletus, tapi wilayahnya terkena hujan debu vulkanik, justru harus lebih hati-hati.

“Sebab angin bisa membawa debu vulkanik yang lebih halus dan tak kasat mata. Debu berukuran di atas 10 mikron masih bisa disaring bulu hidung. Sementara, jika ukuran debu di bawah 10 mikorn bisa terhirup dari saluran napas atas. Dan di bawah lima mikron, maka debu bisa sampai ke alveoli atau saluran napas bawah,” jelas Reza belum lama ini.

Akibat yang ditimbulkan pun bisa beragam. Mulai batuk, pilek, sesak napas, dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Jika sampai ke paru-paru dampaknya bisa terjadi peradangan, pneumonitis. Ini pun bisa memperparah kondisi kesehatan para penderita asma.

“Tidak kalah penting diwaspadai yaitu, jika masuk pada tahapan sub akut. Di mana dampak terhisapnya debu vulkanik bisa menyebabkan Tuberkulosis (TB) dan kanker paru. Gejalanya terjadi setelah tiga minggu,” terangnya.

Reza membenarkan, tubuh manusia memang punya mekanisme sendiri untuk mengatasi dampak terhisapnya debu vulkanik. Tapi tidak semua memiliki daya tahan yang sama. Sehingga, tindakan yang perlu dilakukan, yaitu segera periksakan diri ke dokter.

“Kadang di tengah masyarakat masih ada anggapan, minum susu murni bisa membersihkan paru-paru. Padahal anggapan sebagian masyarakat ini jelas salah. Pada kondisi ekstrem kami di RS Paru Rotinsulu punya alat bronkoskopi untuk mencuci paru-paru,” ujar pria berkaca mata ini.

Dia menambahkan, dampak terhisapnya debu vulkanik ke sistem pernapasan memang bisa lebih parah jika dialami bayi dan anak-anak. Sebab pada bayi dan anak-anak tahap pembentukan sistem pernapasan masih belum sempurna karena mereka masih dalam tahap pertumbuhan

Sumber : http://www.inilahkoran.com/