Daya Saing Internasional Rendah Indonesia Masih Miskin

by -92 views

Jatinangorku.com – Hingga kini Indonesia masih dihinggapi permasalahan ekonomi yang krusial. Secara internal, bangsa Indonesia masih bergulat dalam kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial yang semakin melebar.

Secara eksternal, rendah daya saing perekonomian Indonesia di tingkat internasional juga masih rendah, sehingga ekspor masih bertumpu pada barang-barang primer.

Demikian dikatakan Rektor Institut Koperasi Indonesia (Ikopin), Dr. Burhanuddin Abdullah, di hadapan 400 lulusan pada prosesi wisuda ke-41 di Graha Suhardani Ikopin, Sabtu (13/9).

Para wisudawan terdiri atas 84 magister manajemen (MM), 55 program diploma (D3), dan 261 sarjana strata satu (S1).

Menurut Burhanuddin, tantangan lainnya yaitu Indonesia dihadapkan pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai tahun depan.

“Untuk itu, kami yang bergerak dalam ekonomi nyata, perlu turut memikirkan jalan keluar yang tepat. Lulusan Ikopin yang telah dibekali Ilmu pengetahuan dan keterampilan berkoperasi, situasi ini menjadi tantangan yang berat sekaligus menjadi peluang besar,” katanya.

Burhanuddin menuturkan, kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan pegiat koperasi untuk menyelesaikan persoalan bangsa yang besar dengan karya nyata. Paling tidak, imbuhnya, untuk diri sendiri dan lingkungan masyarakat.

“Kami berusaha mendorong para lulusan agar meningkatkan prestasi dan dijadikan bekal menuju pencapaian yang lebih baik di masa depan. Saya yakin, lulusan Ikopin mampu mengatasi masalah itu,” ungkapnya.

Kepercayaan

Sementara Ketua Yayasan Pendidikan Koperasi, Dr. Ir. Muhammad Taufik mengatakan, terselenggaranya wisuda ini menandakan bahwa masyarakat mempercayai Ikopin sebagai lembaga pendidikan yang tepat bagi masyarakat. Pihaknya mengaku sangat apresiatif kepada jajaran Ikopin yang telah sukses menggelar acara wisuda ke-41.

“Penyelenggaraan wisuda ke-41 ini merupakan usia yang lama bagi Ikopin. Kami meminta kepada sarjana baru untuk terus berjuang mengamalkan ilmu yang telah diikuti di Ikopin,” harap Taufik.

Taufik memastikan, Ikopin tidak hanya menjadi destinasi kampus di Jawa Barat, tetapi juga di seluruh pelosok Nusantara. Sebab, katanya, mahasiswa Ikopin berasal dari berbagai daerah. Bahkan, setiap tahun pemerintah provinsi di Indonesia selalu mengirimkan mahasiswa untuk kuliah di Ikopin.

Lulusan terbaik

Ketua Panitia, Agus Arifin, M.Si. menambahkan, lulusan terbaik pada wisuda kali ini tercatat atas nama Rachmawati, M.M. (IPK 3,89/Dengan Pujian), Inni Doatu Jiharan, S.E. (IPK 3,89/Dengan Pujian), dan Ani Andriani, A.Md. (IPK 3,86/Dengan Pujian).

“Atas nama panitia, kami ucapkan selamat atas keberhasilan para wisudawan/ wisudawati yang telah menyelesaikan studi di Ikopin. Wisuda ini sebagai awal memulai perjalanan hidup bagi wisudawan di lingkungan masyarakat,” ujarnnya.

Wisuda dihadiri Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid, Pembina pengurus dan Pengawas Yayasan Pendidikan Koperasi (YPK), Dr. Ir. Muhamad Taufik, Perwakilan Kopertis Wilayah IV, Ikatan Alumni Ikopin, dan sivitas akademika Ikopin.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/