Demiz Khawatir Menimbulkan Perpecahan Miss World Jangan di Jabar

by -17 views

Demiz Khawatir Menimbulkan Perpecahan Miss World Jangan di Jabar

Jatinangorku.com – Karena menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar menyarankan agar Miss World tidak dilaksanakan di Jabar, tepatnya di Sentul Bogor. Sebab dikhawatirkan bisa menimbulkan perpecahan dan memunculkan citra buruk bagi Jabar.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi penyelenggaraan Miss Wolrd tersebut. Deddy juga menegaskan bukan berarti ia tidak setuju dengan penyelenggaraan kontes kecantikan tersebut, namun jika lebih banyak mudaratnya dan akan menimbulkan masalah, lebih baik tidak diselenggarakan di Jabar.

“Kalau pro-kontra ini hanya membuat situasi jadi tidak kondusif, lebih baik hindari saja. Saya bicara di luar benar atau salah, tapi kalau di masyarakat terjadi kontraproduktif, lebih baik lupakan. Masih ada tempat lain di Indonesia yang lebih tepat, Bali misalnya. Jangan di Jabar,” kata Deddy usai menghadiri acara “Pembekalan dan Pelepasan Petugas Kloter Haji TPHI, TPIH, TKHI dan TPHD asal Jabar” di Pusdai, Jln. Diponegoro Bandung, Jumat (6/9).

Pihaknya, dalam hal ini Pemprov Jabar tidak bisa memaksakan atau membuat rekomendasi agar kontes kecantikan tersebut tidak digelar di Sentul, Bogor. Sebab bukan kapasitas pemda untuk mengusulkan hal ini. Penyelenggaraan Miss World dilakukan oleh pengusaha dan pihak swasta, sementara pemerintah tidak dilibatkan.

Bisa jadi, katanya, pelaksanaan Miss World di Bogor karena convention dekat dengan ibu kota sehingga menjadi pasar potensial.

Saat ditanya apakah Miss World menjadi ajang untuk mempromosikan Jabar, ia menegaskan mempromosikan Jabar tidak dengan penyelenggaraan kontes kecantikan seperti Miss World. Dan itu bukan satu-satunya cara mempromosikan Jabar, masih banyak cara yang lain.

Unjuk rasa

Di tempat berbeda, puluhan massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar demo di depan Gedung Sate dan Gedung DPRD Jabar di Jln. Diponegoro, Kota Bandung, pada Jumat siang. Mereka menolak terhadap penyelenggaraan Misss World.

“Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap kontes kecantikan sejagat raya itu. Kami pun mendesak agar panitia segera membatalkan acara tersebut. Mengingat apa yang dipertontonkan dari kegiatan itu jauh dari budaya ketimuran,” tegas Ketua Bidang Perempuan Pengurus Pusat KAMMI, Irma Budiarti Sukmawati.

Sumber : http://klik-galamedia.com