Demiz, “Puluhan Tahun Dijajah Mobil Asing”

by -9 views

Demiz, “Puluhan Tahun Dijajah Mobil Asing”

Jatinangorku.com – Program produksi low cost green car (LCGC) atau mobil murah ramah lingkungan masih menimbulkan pro dan kontra. Ada beberapa kepala daerah yang menolak mobil murah tersebut, tapi ada juga yang mendukung, di antaranya Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar.

“Kalau saya ditanya perlu apa enggak mobil murah itu, menurut saya sangat perlu,” ungkap Deddy saat ditanya wartawan usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Jabar, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (19/9).

Ia setuju dengan adanya mobil murah atau mobil nasional (mobnas), karena puluhan tahun kita “dijajah” oleh produk mobil asing. Di Indonesia belum ada mobnas. Padahal, sumber daya di Indonesia mumpuni. Indonesia bahkan mampu membuat pesawat terbang.

“Puluhan tahun kita dijajah produk mobil asing. Padahal orang kita itu pinter-pinter. Kita bisa membuat pesawat terbang, masa tidak bisa membuat mobil buatan sendiri. Toh Korea, Malaysia, dan negara-negara lainnya mempunyai mobil sendiri. Di luar negeri membuat mobnas sendiri itu sudah biasa. Nah di kita belum ada. Aneh kan? Ada apa ini?” ujar Deddy.

Oleh sebab itu, ia setuju dengan adanya mobil murah tersebut, asalkan ada kebijakan lain atau aturan baru jika mobil ini akan dikeluarkan di pasaran. Misalnya bagaimana cara untuk mengatasi kemacetan jika efek adanya mobil murah ini dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan.

“Misalnya, apakah pajak progresifnya dinaikkan. Atau ada kebijakan lain untuk mengantisipasi dampak jika mobil murah ini diberlakukan. Tapi bukan lantas mobnas ini seperti Ferrari-nya Pak Dahlan Iskan. Yang jelas harus dijaga juga masalah keamanannya,” katanya.

Menurutnya, meskipun harganya murah, namun mobil itu harus memiliki kualitas yang bagus. Selain itu harus dikaji juga. 

“Agen tunggal pemilik merek (ATPM) harus mempertimbangkannya karena bukan cuma murahnya, tapi bagaimana control safety-nya, terus perdagangan mobil di Indonesia seperti apa,” ujar Deddy.

Diakuinya, ia belum membahas masalah ini. Bila pembahasannya diperlukan maka ia akan membahasnya dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. “Ya nanti kita bahas dengan OPD jika hal ini diperlukan,” ujarnya.

Disinggung apakah ia akan memberi rekomendasi mengenai mobil murah ini ke pemerintah pusat, Deddy mengaku belum membahasnya. “Jika dianggap penting, ya kita akan membahasnnya,” tegasnya.

Sumber : http://klik-galamedia.com/