Desa Cilembu Ikuti Penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi

by -31 views

Jatinangorku.com – Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Povinsi Jawa Barat, mengunjungi Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan Kab.Sumedang, dalam rangka penilaian tahap awal terhadap kinerja pembangunan masyarakat dan pemerintahan Desa Cilembu yang menjadi Wakil Kabupaten Sumedang pada Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Jawa Barat Tahun 2015, Senin (18/5/2015).

Tim yang dipimpin Kabid Kelembagaan pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Jawa Barat, H Budi Setiadi tersebut beranggotakan delapan orang yang terdiri dari unsur BPMPD, Tim Penggerak PKK, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan. Kedatangan Tim Penilai disambut Paskibraka SDN Cilembu, Tim Qasidah dan Tim Seni Tradisional Girimukti Desa Cilembu.

Pasukan khusus keamananan desa yang tergabung dalam Tim Elang tidak ketinggalan turut meyambut kedatangan tim penilai. Mereka adalah, para pemuda Desa Cilembu di bawah binaan Karang Taruna yang bertugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah desa dengan sukarela.

Dalam penerimaan Tim Penilai, Wakil Bupati didampingi Forkopimda Kabupaten Sumedang, Kepala BPMPDKBPP Kabupaten Sumedang dan sejumlah Kepala SKPD terkait lainnya, jajaran Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumedang, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Pamulihan. Di hadapan tim penilai, Kepala Desa Koko Komarudin, Ketua LPM Tatang Koswara, dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa E Juju Komarudin menyampaikan ekspose mengenai profil desa termasuk delapan bidang yang menjadi obyek penilaian.

Selain ekspose, proses penilaian dilakukan pula dengan wawancara dan diskusi antara Tim Penilai dengan semua jajaran pemerintahan dan kelembagaan desa dan diakhiri dengan peninjauan lapangan ke lokasi yang menjadi objek unggulan desa.

Wakil Bupati H Eka Setiawan dalam sambutannya menyampaikan, penetapan Desa Cilembu sebagai Juara Lomba Desa Tingkat Kabupaten tahun 2015 sekaligus sebagai wakil Kabupaten Sumedang pada Lomba Desa Tingkat Provinsi diawali dengan penilaian terhadap 26 desa dari 26 kecamatan. Selanjutnya ditetapkan 6 desa untuk mendapat rechecking oleh tim penilai Lomba Desa Tingkat Kabupaten Sumedang yang akhirnya ditetapkan Desa Cilembu sebagai Juara pertama.

Lebih lanjut Wabup menyatakan, Pemerintah Desa harus mampu mendorong tumbuh kembangnya kepedulian serta peran aktif masyarakat terhadap rasa memiliki dan tanggung jawab dalam melaksanakan serta memanfaatkan hasil-hasil pembangunan. “Upaya pemberdayaan masyarakat tidak dapat dilakukan secara parsial, akan tetapi memerlukan langkah-langkah yang bersifat integral dan komprehensif dengan mengembangkan segenap potensi yang ada,” ujarnya.

Dalam rangka mempercepat akselerasi proses pembangunan khususnya di desa, lanjut Wabup, Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen melaksanakan berbagai kegiatan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat diantaranya melalui perlombaan desa secara terpadu, terarah, terkoordinasi dan berkelanjutan. “Ini dimaksudkan untuk menilai keberhasilan pembangunan desa dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan indikator yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Dikatakan Wabup, sebagai lembaga terdepan negara, posisi pemerintahan desa sangat strategis dalam mewujudkan tujuan negara antara lain guna memajukan kesejahteraan bagi masyarakat. “Terlebih semua kebijakan program dan kegiatan dalam rangka mencapai kemajuan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat bermuara di desa. Dengan demikian, keberhasilan pembangunan di desa akan berpengaruh langsung terhadap keberhasilan pembangunan nasional,” tandasnya.

Mengeksplorasi

Kabid Kelembagaan BPMPD Provinsi Jawa Barat, H Budi Setiadi menyampaikan, maksud kedatangan timnya adalah untuk bersama-sama mengeksplorasi hal-hal yang menjadi unggulan di desa sehingga didapatkan desa yang bisa mewakili Jawa Barat di tingkat nasional. “Kami hadir bukan untuk memeriksa. Kami hadir untuk bersama-sama mencoba menggali apa yang bisa kita unggulkan dari Desa Cilembu ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, indikator penilaian masih mengacu kepada Permendagri No. 13 tahun 2007 tentang Perlombaan Desa,. “Indikator-indikator tersebut, adalah pendidikan masyarakat, kesehatan, ekonomi, keamanan dan ketertiban, pemerintahan, partisipasi masyarakat, kelembagaan masyarakat, dan PKK”.

Khusus di Provinsi Jawa Barat, imbuhnya, terdapat muatan lokal yaitu berupa materi tematik mengenai perencanaan pembangunan desa. “Mulok tematik ini, menjadi salah satu obyek penilaian di samping kedepalan indikator tadi. Misalnya, di sini temanya adalah ‘makanan berbahan non beras’ sebagaimana yang ditampilkan dalam gelar produk dan Warung Sawios,” ujarnya.

Sumber : http://www.galamedianews.com/