Desersi dan Melakukan Penipuan, Oknum Sat Brimob Dipecat

by -328 views


JATINANGOR

Desersi dan diduga sering melakukan penipuan, Brigadir ER, salah seorang anggota Detasemen A Pelopor Satuan Brigade Mobil (Sat Brimob) Polda Jabar diberhentikan secara tidak hormat.

Pemecatan terhadap ER digelar dalam upacara in absentia di Lapangan Markas Komando (Mako) Sat Brimob Polda Jabar, Jln. Kolonel Achmad Syam No 17/A, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kab. Sumedang, Rabu (7/11) pagi.

Dalam upacara tersebut bertindak sebagai inspektur upacara Kepala Detasemen A Pelopor Satbrimob Polda Jabar, AKBP Asep Saepudin. “Brigadir ER telah dipecat sebagai anggota Detasemen A Pelopor Sat Brimob Polda Jabar,” ujar AKBP Asep Saepudin melalui Perwira Seksi Administrasi Den A Pelopor, AKP Wawan Gunawan, kepada wartawan.

Menurut Wawan, dipecatnya Brigadir ER sebagai anggota polisi disebabkan pelanggaran disiplin dan kode etik kepolisian. Bahkan, pelanggaran ini sering dilakukan. “Brigadir ER desersi dan kerap melakukan tindak pidana penipuan, ‘kan telah mencederai tugas mulia seorang anngota polisi,” katanya.

Pemecatan terhadap Brigadir ER melalui upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dlakukan di Lapangan Mako Brimob Polda Jabar Cikeruh berdasarkan Keputusan Kapolda Jabar No Kep/843/X/2012 tertanggal 2 Oktober 2012. Keputusan Kapolda Jabar terkait PTDH tersebut karena Brigadir ER, selain desersi, juga sering melakukan pelanggaran lainnya.

Dalam upacara PTDH itu ER tidak hadir. Saat ini Brigadir ER telah hampir sebulan ditahan di Mapolres Bandung karena diduga melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik kepolisian.

Gelapkan mobil rental

Selain itu, ER diduga terlibat perkara tindak pidana penipuan dan penggelapan mobil rental yang sudah berulang kali dilakukannya. Bahkan sebelum ditahan di Polres Bandung, ER sempat dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Polres Bandung.

“Dalam upacara PTDH tersebut sengaja ER tidak dihadirkan karena faktor keamanan. “Saat ini, Brigadir ER sudah satu bulan ditahan di Polres Bandung,” kata Perwira Seksi Administrasi Den A Pelopor, Sat Brimob Polda Jabar AKP Wawan Gunawan kepada wartawan.

Jika Brigadir ER dihadirkan dalam upacara PTDH kata Wawan, harus melakukan penjagaan ketat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Jelas, harus ada penjagaan ketat dan diborgol. Pasalnya, Brigadir ER dikhawatirkan melarikan diri saat akan dibawa ke upacara PTDH,” katanya.

Brigadir ER telah hampir 10 tahun bertugas dan telah ditetapkan jadi tersangka dalam kasus penipuan. Bahkan siap disidangkan di pengadilan umum.

(B.105/B.115)**