Di Jabar, 170.000 Siswa Tak Bisa Sekolah

by -28 views

Di Jabar, 170.000 Siswa Tak Bisa Sekolah Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyatakan, sekitar 170.000 siswa lulusan SMP dan sederajat tidak bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA/SMK di Jabar. Hal itu terjadi karena kurangnya ruang kelas guna menampung siswa dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Tahu berapa banyak murid SMP yang tidak bisa diterima di SMA? Ada 170.000 orang tidak punya tempat,” kata Deddy Mizwar usai berkunjung ke SMK Negeri Pertanian Pembangunan dan SMA Negeri 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 7 September 2017.

Ia mengatakan, berdasarkan angkat itu, Jabar membutuhkan sekitar 5.000 ruang kelas baru (RKB) sekolah tingkat SMA/SMK yang tersebar di kota/kabupaten.

“Jadi harus bisa dibangun minimal 5.000 ruang kelas baru dan unit sekolah baru,” kata Deddy Mizwar.

Menurut dia, jika 5.000 RKB bisa terealisasi,  fasilitas itu akan bisa menampung hingga 150.000 siswa SMP.

Sekolah terbuka

Selain upaya pembangunan RKB, kata dia, Pemprov Jabar juga akan mendorong pengembangan SMA Terbuka yang bisa menampung 100.000 peserta didik per tahunnya serta kerja sama dengan pondok pesantren.

“Tapi nanti yang SMA Terbuka hanya untuk orang yang berumur 18 tahun ke atas,” katanya seperti dilaporkan Antara.

Deddy Mizwar menyatakan Pemprov Jabar menjalin kerja sama dengan pesantren dalam membangun ruang kelas baru untuk kegiatan belajar mengajar setingkat SMA/SMK di pesantren.

Program kerja sama itu, kata dia, dilakukan sebagai upaya mewujudkan sekolah berbasis pesantren karena pendidikan agama merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia.

“Kami kasih ruang kelas baru (ke pesantren) lalu mereka bisa buat SMA/SMK. Jadi, SMA/SMK berbasis pesantren karena betapa pentingnya pendidikan berbasis agama sekarang ini,” katanya.

Pekan lalu, Dinas Pendidikan Jabar menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Badan Pelayanan Pengawasan Pendidikan di Jabar demi percepatan angka partisipasi sekolah menengah melalui program Sekolah Menengah Atas Terbuka.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi menegaskan, Disdik Jabar serius dalam mengelola sekolah terbuka sebagai program prioritas dan terobosan untuk menangani masalah pendidikan di Jabar, seperti angka partisipasi kasar sekolah menengah yang masih di bawah rata-rata nasional

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com