Di Jatinangor, Armada Angkutan Sampah Minim

by -88 views

jatinangorku.com – Armada angkutan sampah di Jatinangor, Kab. Sumedang dinilai minim sehingga berdampak pada minimnya pendapatan/retribusi dari pengangkutan sampah.

Namun belum dijelaskan berapa armada angkutan yang tersedia. Termasuk belum diketahui berapa pendapatan dari retribusi sampah tersebut.

Dengan adanya keterbatasan itu, membuat galau sejumlah pemungut sampah yang saat ini dilaksanakan oleh komunitas peduli sampah Jatinangor (KPSJ).

Kinerja KPSJ merupakan kepanjangan tangan UPTB Lingkungan Hidup wilayah Kec. Jatinagor, Kab. Sumedang.

Hal itu dilontarkan Kordinator KPSJ, Wawan (40) kepada wartawan di Jatinangor, Selasa (18/11/2014). Menurutnya, karena mengalami keterbatasan anggaran dan belum jelasnya pendapatan, akhirnya nasib pemungut sampah pun tak menentu.

“Bukan hanya itu, beberapa rekan kerjanya mengaku kebingungan setiap menjawab pertanyaan warga terkait persoalan sampah,” ucap Wawan.

Dia mengatakan, sejumlah warga pun sebagian ada yang bertanya karena sebagian sampah rumah tangga di sekitar rumahnya menumpuk.”Warga sok sisirikan, nepi ka naros naha ari runtah di mal Jatos diangkut tapi anu narumpuk di jalan diantep,” katanya.Ia mengaku prioritas mengangkut sampah di Mal Jatos dan Apartemen Pinewood mengingat retribusinya jelas.Pengelola di mal itu, kata dia, bayar sekira Rp 6 Juta per bulan ke UPTB-LH Jatinangor. Padahal, kata Wawan, realisasi yang ada, jumlah sampah di Jatinangor sekira 6 ton per hari.

Terbatasnya armada, ujar dia menambahkan, berdampak tersendatnya pengiriman sampah ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA) di Sumedang.Diakui Wawan, prioritas pengangkutan sampah kini hanya untuk beberapa lokasi yang retribusinya tinggi saja.Ia berharap, armada pengangkut sampah diperbanyak selain transparan dalam pengelolaan keuangan dari retribusi sampah agar semua sampah terkirim ke TPA.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/