Di Jatinangor, Harga Daging Ayam Naik

by -124 views

Di Jatinangor, Harga Daging Ayam Naik

Jatinangorku.com – Setelah harga kacang kedelai, kini harga daging ayam ikut naik. Imbasnya, sejumlah pedagang di beberapa pasar tradisional di Jatinangor dan Tanjungsari mengalami penurunan omzet 30 persen.

Sebelumnya mereka bisa menjual 30 kg/hari, namun kini hanya habis sekitar 20-25 kg/hari.

“Ya setelah harga daging ayam naik dari bandarnya, omzet penjualan menurun. Kami hanya bisa menjual 20 – 25 kg/hari,” kata Atep (35), pedagang daging ayam di Pasar Resik Jatinangor, Kamis (26/9).

Menurut Atep, kenaikkan harga disebabkan harga dari bandar yang juga naik. “Sebelumnya harga daging ayam Rp 27 ribu-Rp 28 ribu/kg, sekarang menjadi Rp 35 ribu/kg,” katanya.

Diakui Atep, kenaikan harga terjadi lantaran harga pakan ternak ikut naik. Pasalnya musim kemarau yang berkepanjangan membuat stok pakan berkurang. “Mengenai detailnya saya kurang tahu. Harus ditanyakan sama bandar atau peternak. Hanya harga ayam potong dari bandar memang naik,” tambahnya.

Ia menambahkan, kemungkinan harga daging ayam akan terus naik menjelang Iduladha. Permintaan daging ayam biasanya bertambah seiring kebutuhan yang meningkat.

Sementara itu, salah seorang peternak, sekaligus bandar ayam potong di Desa Cilayung, Maman (52) mengatakan, kenaikan harga daging ayam potong karena harga pakan yang ikut naik. 

Tak hanya itu, stok air bersih dalam perawatan ayam juga berkurang sehingga ada ongkos tambahan untuk air.

“Ada beberapa faktor. Di antaranya harga pakan yang sebelumnya Rp 700 ribu/kuintal, sekarang menjadi Rp 800 ribu dan musim kemarau membuat stok air untuk mencuci daging serta bekas penyembelihan berkurang. Jadi kami harus membeli air lagi dari orang lain,” kata Maman.

Biaya operasional yang bertambah berdampak pada ongkos produksi. “Karena biaya produksi naik, saya juga menaikkan harga ayam potong ke pedagang. Awalnya Rp 24 ribu/kg, sekarang jadi Rp Rp 32 ribu/kg,” ujarnya.

Sumber : http://klik-galamedia.com/