Di Sumedang, Masih Ada SD yang Siswa di Kelasnya Hanya 1-6 orang

by -185 views

Di Sumedang, Masih Ada SD yang Siswa di Kelasnya Hanya 1-6 orangPULUHAN Sekolah Dasar (SD) di Kab.Sumedang mengalami krisis murid. Bahkan ada sekolah yang muridnya dari kelas 1 sampai kelas 6 hanya berjumlah 20 orang atau satu kelasnya hanya 1-6 siswa.

“Fakta di lapangan masih banyak sekolah dasar yang memiliki jumlah murid di bawah 20 orang. Seperti di beberapa sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Tanjungkerta dan Buahdua,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kab.Sumedang, H.Sonson M Nurichsan, Jumat (25/8/2017).

Situasi itu, tentunya tidak efektif dan efisiean dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar (KBM). Apalagi jika hubungan dengan kebutuhan biaya operasional.

Dimana pada prinsipnya biaya yang dibutuhkan untuk menunjang KBM, antara sekolah dengan jumlah murid yang gemuk dan sedikit, itu relatif sama. “Sekarang kami tengah melakukan pengkajian atas situasi terjadinya krisis murid di sejumlah sekolah dasar,” katanya.

Krisis murid yang terjadi di sejumlah sekolah tersebut, telah menimbulkan persoalan baru. Situasi itu, biasanya terjadi pada saat  menjelang tahun ajaran baru, karena rebutan murid.

“Perburuan murid yang dilakukan dengan sistim jemput bola atau door to door, kerap memicu pertengkaran diantara pengelola sekolah yang bersangkutan. Dan itu, kerap terjadi pada saat menjelang tahun ajaran baru,” ujarnya.

Buntut dari persoalan itu pun makin pelik. Karena ada satu kasus, yang diantaranya sampai melibatkan orangtua murid. Pemicunya, tak lain karena guru yang menjadi tetangganya, tidak terima karena anaknya disekolahkan di tempat lain yang lokasinya berdekatan dengan tempatnya mengajar.

“Antar guru yang mengajar di sekolah yang berdekatan tidak pernah akur. Pun halnya,ada guru yang akhirnya menjadi tidak harmonis dengan tetangganya, karena anaknya di sekolahkan di tempat lain yang lokasinya berdekatan. Ini menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap enteng,” tandasnya.

Menyikapi hal itu, pihaknya kini tengah melakukan pemetaan di lapangan. Langkah itu hanya dilakukan pada sekolah yang mengalami krisis murid semata.

Sedikitnya terdapat 81 sekolah dasar dengan kategori krisis murid dan lokasi yang berdekatan. Sekolah sebanyak itu, tersebar di 36 desa dan 18 kecamatan di Kab. Sumedang.

Hasil pemetaan itu, kini tengah dikaji dan dianalisasi untuk dijadikan bahan membuat kebijakan. Salah satu diantaranya, hasil pengkajian  yang sudah mengurucut,  yakni memasukan data sekolah tersebut ke dalam program merger (beberapa sekolah yang berdekatan untuk digabung).

Kebijakan itu, lanjut Sonson, diharapkan mampu meredam komplik antara pengelola sekolah yang berdekatan, serta guru dengan orang tua murid.

“Berdasarkan hasil pengkajian, dari 81 sekolah yang diprogramkan untuk di merger  akan menghasilkan 38 sekolah. Namun tentunyauntuk sampai tahap itu kami harus mematangkan dulu instrument lainya yang berkaitan dengan program merger. Sehingga ketika kebijakan ini dilaksanakan, tidak menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.

Sumber : http://www.galamedianews.com