Di Wilayah Timur Kab. Bandung, Miras dan Narkoba Terlarang

by -73 views

Di Wilayah Timur Kab. Bandung, Miras dan Narkoba Terlarang

jatinangorku.com – Banyak pihak di wilayah timur Kab. Bandung yang kini gencar memerangi minuman keras, termasuk narkoba, pil-pil terlarang, dan dextro.

Pantauan “GM”, Minggu (1/9), upaya tersebut menyusul belasan warga yang melayang sia-sia akibat menenggak miras dan dextro. Korban selain warga Cicalengka, juga warga Rancaekek.

Sejumlah pihak kini bahu membahu memerangi miras dan narkoba, seperti unsur muspika, aparat Pemkab Bandung, MUI tingkat kecamatan, pimpinan pondok pesantren, aparat desa, anggota dewan dan LSM, juga ormas. Mereka menggelar operasi, pembinaan, dan memasang spanduk.

Seperti yang dilakukan LSM Panglawungan Kisunda (Pakis) Kec. Cicalengka, Kab. Bandung. Mereka memasang spanduk sejumlah titik di Kec. Cicalengka sejak Sabtu (31/8) hingga Minggu (1/9).

Pemasangan spanduk itu mendapat dukungan sebagai bentuk kepedulian dalam penyelamatan generasi muda. Salah satu spanduk di Cicalengka bertuliskan “Mari Bebaskan Lingkungan Kita dari Peredaran Narkoba dan Minuman Keras” dan “Basmi Peredaran Miras.

Banyak korban

Ketua LSM Pakis Kab. Bandung, Lukman Nulhakim mengatakan, pemasangan dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban. “Ya, intinya, punten saja jika miras dan narkoba sampai beredar di wilayah timur, termasuk Cicalengka,” katanya kepada “GM”, kemarin.

Menurut Lukman, memerangi peredaran narkoba dan miras adalah kewajiban masyarakat. Selain tugas kepolisian dan pihak lainnya.

Perang terhadap miras dan narkoba juga dilontarkan Camat Cicalengka, Ahmad Rizky Nugraha. Ia menegaskan, wilayah Kec. Cicaleng harus benar-benar terbebas miras, narkoba, dan obat-obatan terlarang, termasuk dextro.

“Saya ingin wilayah Kec. Cicalengka bebas dari miras, narkoba, dan pil terlarang lainnya, termasuk dextro. Ini turut diungkapkan pada acara halalbilhalal yang dihadiri unsur muspika, pimpinan pondok pesantren, para kepala desa, MUI, ormas, LSM, dan tokoh pemuda se-Kec Cicalengka di Masjid Besar Cicalengka, Kamis (29/8) lalu. Kami sepakat bahu membahu memerangi miras dan narkoba,” katanya.

Selain itu, tim gabungan (timgab) dari Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, Badan Narkotika Kab. Bandung, Polres Bandung, Satpol PP, dan pihak lainnya juga merazia apotek dan toko-toko obat pada Kamis dan Jumat (29-30/8).

Razia ini untuk mengetahui obat-obatan yang dijual secara bebas dan disalahgunakan hingga mengakibakan kematian. Sasaran razia terutama pil dextro yang belakangan banyak beredar di masyarakat. Obat batuk ini disalahgunakan dengan dicampur miras oplosan.

Sumber : http://klik-galamedia.com