Dibawa Tersangka untuk Ritual Mistis Polisi Amankan 20 kg Emas Palsu

by -60 views

Dibawa Tersangka untuk Ritual Mistis Polisi Amankan 20 kg Emas Palsu

Jatinangorku.com – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang berhasil mengamankan 20 kg emas dan uang dolar palsu dari tangan tersangka BBE (43) asal Kudus, Jawa Tengah, dalam razia di Bundaran Alam Sari, Rabu (20/8) malam. Uang palsu yang dibawa BBE dalam bentuk pecahan 100 dolar sebanyak 194 lembar.

Jika dikonversikan, seandainya emas tersebut asli maka nilainya bisa mencapai Rp 5 miliar. Sedangkan pecahan dolar bisa bernilai Rp 200 juta.

Pengungkapan emas dan uang palsu tersebut berawal saat kendaraan yang dikemudikan BBE terkena razia yang diadakan Polres Sumedang. Razia tersebut dalam rangka persiapan pengamanan sengketa pilpres yang serentak dilakukan seluruh Polri di Jabar.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi curiga dengan barang yang ada di dalam tas, karena bobotnya sangat berat. “Waktu itu, kami sangat berhati-hati saat membuka tas tersebut. Kami pun mencurigai isi tas bahan peledak, bom, senjata tajam atau narkoba,” kata Kasat Reskrim, AKP Niko N. Adi Putra.

Namun setelah dibuka, sejumlah petugas polisi yang menyaksikan dibuat kaget, karena isi tas itu berupa batangan emas dan uang pecahan 100 dolar.

Sepintas, lanjut Niko, baik batangan emas maupun uang dolar sangat persis dan sulit dibedakan dengan yang asli. Apalagi uang dolar palsu tersebut nomor serinya acak. Sedangkan emas terbuat dari kuningan. “Baik batangan emas maupun uang dolar palsu, pembuatannya diduga menggunakan peralatan yang canggih. Karena sepintas kedua barang itu sangat mirip dengan aslinya,” tandasnya.

Kepentingan mistis

Sementara itu, dari keterangan yang berhasil dikorek penyidik, tersangka mengaku mendapatkan barang itu dari seseorang bernama Abah I, yang kini bekerja di Kalimantan. Abah I disebut-sebut sebagai paranormal yang mampu menyulap batangan kuningan menjadi emas.

“Katanya, tersangka juga sebelumnya pernah tertipu uang sebesar Rp 400 juta. Akibat modus penipuan yang bisa meng­ubah batang kuningan jadi emas. Tapi, itu kan menurut pengakuannya,” ujar Niko.

Di samping itu, tersangka menjelaskan, batangan emas dan dolar palsu itu akan dijual kepada orang lain demi kepentingan ritual mistis. Orang tersebut akan menangkap “uka-uka” (makhluk halus, red). Dalam pro­sesinya, ada ritual yang harus mereka lakoni agar batangan kuningan ini menjadi emas dan uang dolar palsu itu menjadi asli, dengan syarat harus menikah dengan ular siluman dan sebangsanya.

Namun demikian, dalam kasus ini, tersangka hanya dijerat dengan pasal 245 KUHP, tentang pemalsuan uang dengan ancaman kurungan penjara paling tinggi 15 tahun.

“Namun bila nanti ada perkembangan, seperti adanya pihak-pihak yang merasa dirugikan atas perbuatan tersangka, maka yang bersangkutan tidak menutup kemungkinan bisa dikenai pasal lainnya,” tegasnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/