Diduga Korsleting Listrik, Tujuh Rumah di Sumedang Ludes Terbakar

by -47 views

 Sejumlah warga di Dusun Karangsari, RT 05/04, Desa/Kec. Pamulihan dihebohkan dengan dengan insiden kebakaran yang mengakibatkan tujuh rumah ludes terbakar, Sabtu (28/4/18). Penyebab kebakaran yang diduga dari korsleting itu, terjadi sekitar pukul 14.30 dan dengan cepat menghanguskan rumah beserta isinya.

Salah seorang saksi kejadian, Wiwin (40) mengatakan, tidak mengatahui persis kejadian tersebut. Namun ketika ia baru pulang dari kebun dan beristirahat di teras rumahnya tiba-tiba saja melihat kepulan asap dan api dari atap rumah milik Wawan (43) yang berdekatan dengan rumahnya.

 

“Kaget kerena melihat api menyala di atas, tak begitu lama, api membesar dan saya berteriak meminta tolong kepada masyarakat sekitar. Warga pun berusaha memadamkan api dengan air seadanya,” ucap nya.

Rumah yang kebanyakan tidak permanen itu. Dengan cepat terbakar setelah api menyambarnya. Sehingga banyak barang berharga miliki korban yang tidak terselamatkan. “Api semakin membesar, sulit untuk dipadamkan karena minimnya air di lokasi,” jelasnya.

Sementara saksi lainnya, Widaningsih (45) menambahkan, saat hendak mengantarkan anaknya untuk belajar mengaji, tiba-tiba mendengar suara teriakan minta tolong. “Saya pun menghampiri Ceu Wiwin dan ternyata benar, atap rumah Wawan kebakaran,” katanya.

Api merembet ke rumah yang berdekatan dengan rumah Wawan, yaitu rumah Usep, Imik dan Karnasih. Ketika merembet ke rumah Maman, Oding dan Roni Hidayat, dan api berhasil dipadamkan sekira pukul 15.15 wib oleh pemadam kebakaran gabungan Kab. Sumedang dan Tanjungsari dibantu anggota Polsek Pamulihan, Relawan Bencana Riksa Pamulihan dan warga masyarakat sekitar.

Kapolsek Pamulihan, Iptu Agus Permana mengatakan, saat terjadi kebakaran Wawan dan istrinya Odah sedang berkunjung atau bermain di rumah tetangganya.

“Saat itu, Wawan maupun Odah sedang tidak melakukan aktifitas memasak. Kompor gas dalam keadaan mati. Menurut dugaan sementara, sumber api berasal dari korsleting aliran listrik, karena menurut keterangan saksi, api berawal dari atap rumah,” jelasnya.

 

Dikatakan, akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian dengan rincian, Wawan Rp 75 juta, Usep Supian Rp50 juta, Imik Rp 25 juta, Karnasih Rp 50 juta, Maman Rp 10 juta, Oding Abdul Kodir Rp 15 ribu dan Roni Hidayat Rp 15 juta.

“Sehingga, jumlah total kerugian yang dialami masyarakat dengan adanya kejadian kebakaran tersebut kurang lebih sebesar Rp 240.700.000,” jelasnya.

Sementara Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo, SIK., MH yang mengetahui insiden tersebut langsung mengunjungi para korban dan menunjukan rasa empati terhadap korban kebakaran.

Kedatangan Hartoyo ke lokasi yaitu dalam rangka silaturahmi sekaligus memberikan bantuan kepada para korban kebakaran untuk meringankan beban para korban. “Ini adalah ujian dari tuhan, bersabarlah. Saya yakin, ada hikmah dibalik setiap musibah,” ucapnya saat tengah mengunjungi korban kebakaran.

Sementara Camat Pamulihan, Hari Tri Santosa mengatakan, setelah mengetahui kejadian tersebut pihaknya langsung menerjunkan Relawan Riksa Pamulihan dan langsung membantu proses pemadaman.

“Kami melakukan koordinasi dengan Pemadam Kebakaran dan Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang serta memberikan bantuan alakadarnya kepada para korban,” katanya. Hari menambahkan, kejadian tersebut murni musibah dan meminta kepada para korban untuk tetap bersabar dan bertawakal semoga ada hikmah dibalik kejadian ini.

 

Sementara, Wawan (42), warga Dusun Karangsari, Desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, mengaku bingun dan tak tahu harus bagaimana mengingat, rumahnya hangus terbakar. Bukan hanya rumahnya, tiga rumah lainnya milik tetangganya pun ikut hangus dan hanya tersisa puing-puingnya saja akibat kebakaran tersebut.

“Saya teh bukan orang kaya, ya harta saya ikut hilang bersama rumah saya yang terbakar,” ujar Wawan. Bukan hanya rumahnya, delapan ekor domba peliharaannya pun ikut mati terbakar. Wawan tak sempat menyelamatkan hewan ternaknya karena api membesar dengan cepat.

Wawan bahkan mengaku tak tahu bagaimana membiayai sekolah anaknya setelah seluruh hartanya ludes dilalap api. “Makan saja untuk sementara diberi tetangga dan ada bantuan dari pak Kapolres tadi,” ujar Wawan.

 

 

 

 

Sumber : http://jabar.pojoksatu.id