Diduga Mengambil Air Sungai Cimande SKPD Sidak PT Coca-Cola

by -51 views

Diduga Mengambil Air Sungai Cimande SKPD Sidak PT Coca-Cola

Jatinangorku.com – Sejumlah jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Sumedang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) di Jalan Raya Bandung-Garut, Desa Cihanjuang, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang, Kamis (19/9). 

Sidak SKPD tersebut diduga terkait dengan adanya isu yang berkembang di lapangan tentang pengambilan air permukaan (air Sungai Cimande) oleh perusahaan tersebut.

Isu pengambilan air permukaan itu sempat menjadi pembahasan warga setempat. Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kab. Sumedang juga sempat mempertanyakan pengambilan air permukaan tersebut saat berkunjung ke pabrik PT CCAI.

Pemantauan “GM” di pintu keluar gerbang PT CCAI, sidak dilakukan jajaran SKPD dari siang hingga menjelang pukul 17.00 WIB. Jajaran SKPD didampingi tim manajemen PT CCAI saat melakukan pemantauan. 

Kepala Sub Bidang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Pemkab Sumedang, U. Gandhi E.F.F. mengatakan, sidak SKPD ke PT CCAI untuk melakukan verifikasi atau peninjauan lapangan terhadap sejumlah perizinan yang dimiliki perusahaan tersebut. Peninjauan lapangan itu untuk melihat apa yang tertera dalam perizinan sudah sesuai atau belum.

Setelah melakukan sidak, kata Gandhi, ada tujuh langkah yang terekam dan dibuat dalam berita ancara. “Ketujuh langkah yang masuk berita acara tersebut bisa dikonfirmasi langsung ke PT CCAI,” kata Gandhi kepada wartawan di luar pintu gerbang PT CCAI, Kamis kemarin.

Namun setelah ditanya terus, kata Gandhi, di antara ketujuh langkah dalam berita acara yang dibuat tersebut, pihak PT CCAI bisa menindaklanjuti kebutuhan air bersih untuk masyarakat yang dekat dengan perusahaan. “Kebutuhan air bersih masyarakat bisa difasilitasi PT CCAI,” katanya.

Menurutnya, pihak perusahaan juga akan mengembangkan program corporate social responsibility (CSR) melalui penyediaan air bersih dan pemberdayaan masyarakat setempat. 

Sejumlah wartawan sempat mempertanyakan izin pengambilan air permukaan yang dilakukan PT CCAI. “Pengambilan air permukaan ada izin-izinnya. Dalam izin tersebut, kapasitas pengambilan air permukaan sebanyak 50.000 meter kubik per bulan,” katanya.

Gandhi juga sempat mengomentari tentang izin pengambilan air bawah tanah di perusahaan tersebut. “Izin pengambilan air bawah tanah ada dua titik. Sisanya adalah sumur imbuhan,” katanya. 

Hanya pertemuan

Semenrara di ruang satuan pengamanan (satpam), staf Humas PT CCAI, Thesa sempat memberikan konfirmasi dan penjelasan kepada sejumlah wartawan mengenai sidak Bidang Amdal Pemkab Sumedang. “Yang bisa di-share ke teman-teman wartawan, pertemuan hari ini hanya pertemuan antara PT CCAI dengan pemerintahan,” katanya.

Menurutnya, pertemuan tersebut diduga karena adanya isu di lapangan. Namun Thesa tak menjelaskan secara rinci. “Mungkin teman-teman sudah dengar isu di lapangan,” katanya.

Ia menyatakan, perusahaan menjalankan bisnis sesuai dengan regulasi dan undang-undang yang berlaku saat ini. Namun Thesa enggan menjelaskan apa tujuh poin yang sudah dibuat dalam berita acara hasil pertemuan tersebut. “Yang tujuh poin itu, bisa tanya ke Pak Gandhi,” pungkasnya.

Sumber : http://klik-galamedia.com