Dikenakan bagi Mahasiswa UPI yang Belum Melunasi Biaya Kuliah, Wacana Cuti Menuai Protes

by -70 views

Dikenakan bagi Mahasiswa UPI yang Belum Melunasi Biaya Kuliah, Wacana Cuti Menuai Protes

Jatinangorku.com – Wacana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk mencutikan mahasiswanya yang belum melunasi biaya kuliah menuai protes keras dari kalangan mahasiswa. 

Aksi pun dilakukan Aliansi Mahasiswa UPI yang terdiri dari mahasiswa berbagai fakultas. Ratusan mahasiswa mendatangi Gedung Isola di Jln. Setiabudhi, Kamis (19/9). Mereka mendatangi gedung rektorat sambil membawa spanduk dan meneriakan yel-yel.

Mereka menuntut transparansi dana Bantuan Mahasiswa Tidak Mampu (BMTM) yang ada di universitas pencetak guru-guru di masa depan tersebut. 

Koordinator Aliansi Mahasiswa UPI, Asep Abdul Aziz mengungkapkan, selama ini universitas tidak transparan terhadap dana BMTM yang ada di UPI. Padahal, menurutnya, dana tersebut bersumber dari mahasiswa yang diperuntukkan membantu mahasiswa bila medapat kesulitan dalam melakukan registrasi uang kuliah tiap semester.

“Kami meminta pihak universitas transparan mengenai BMTM. Supaya mahasiswa mengetahui berapa pengelurannya, berapa pemasukannya, siapa pengelolanya,” kata Aziz.

Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (BEM Rema UPI), Hari Rahmat mengungkapkan, pihak universitas telah mengeluarkan kebijakan yang merugikan para mahasiswa.

Berikan keadilan

Seperti bila terdapat mahasiswa yang masih belum melunasi biaya perkuliahan sampai jangka waktu tersebut maka akan mendapatkan sanksi akademik dan administratif.

“Di fakultas tertentu ada mahasiswa yang akan dicutikan dulu karena belum bisa membayar uang kuliah. Jelas itu menyalahi esensi pendidikan,” kata Hari.

Dengan kondisi tersebut, kata Hari, BEM Rema UPI menuntut pihak universitas memberikan keadilan bagi mahasiswa yang sedang mengalami penangguhan.

“Secepatnya pihak universitas mesti memberikan keputusan yang tepat serta memihak kepada mahasiswa. Jangan sampai ada mahasiswa yang tidak bisa kuliah karena belum melunasi uang kuliah,” paparnya.

Masalah lain yang terdapat di kampusnya, menurut Hari adalah tingginya biaya kuliah. Padahal pemerintah sudah membuat mekanisme pembayaran baru yang dinamakan uang kuliah tunggal (UKT) namun nyatanya sistem tersebut telah menjadi masalah baru. Sebab, tambah Hari, UKT menganut sistem pengelompokan pembayaran berdasarkan kemampuan ekonomi, namun tidak diimbangi dengan acuan pengelompokan ekonomi yang jelas.

“UKT) baru diterapkan pada mahasiswa angkatan 2013, di mana para mahasiswa tidak lagi mesti membayar biaya kuliah awal yang biasanya memberatkan orangtua. Namun langsung membayar uang semester ditambah UKT yang besarannya ditentukan oleh kondisi ekonomi.” 

Oleh sebab itu, kata hari, Universitas mesti melakukan verifikasi ulang UKT kepada seluruh mahasiswa baru UPI 2013.

Sumber : http://klik-galamedia.com