Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Programkan Puskesmas Welas Asih

by -334 views

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Programkan Puskesmas Welas Asih Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang tengah memprogramkan Puskesmas  Welas Asih. Program tersebut, bertujuan untuk  meningkatkan kualitas pelayanan Puskesmas kepada masyarakat.

Terlebih, peran Puskesmas kini cukup strategis sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam pelayanan BPJS Kesehatan. Bahkan Puskesmas harus mampu bersaing dengan klinik kesehatan swasta yang kualitas pelayanan medis serta tempatnya relatif lebih berkualitas dan refresentatif.

Sebab, tak dipungkiri keberadaan Puskesmas di mata masyarakat saat ini masih kurang baik. Misalnya, tempatnya kotor dan kumuh, pelayanan medisnya seadanya, SDM tenaga medisnya kurang profesional, alat medisnya tidak lengkap, obatnya murah dan para petugasnya kurang ramah.

Kesan lainnya, Puskesmas khusus tempat berobat warga kurang mampu. Padahal, ketika Puskesmas menjadi FKTP bagi peserta BPJS Kesehatan, semua masyarakat dari mulai warga kurang mampu hingga masyarakat mampu wajib mengakses pengobatan dan perawatan di Puskesmas.

“Oleh karena itu, dalam program Puskesmas Welas Asih ini, kami mulai membenahi Puskesmas supaya pelayanan kesehatannya berkualitas. Dari mulai penanganan medis, membenahi bangunannya sampai pelayanan petugas kepada para pasiennya. Program Puskesmas Welas Asih itu, sudah dimulai  Januari 2017 yang dilakukan secara bertahap,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kab. Sumedang Anna Hernawati Sabanna didampingi Kasubag Program Ekki Riswandiyah di kantor Dinas Kesehatan Kab. Sumedang, Jumat 29 September 2017.

Menurut dia, program Puskesmas Welas Asih, dimulai dengan melakukan rehab bangunan di semua Puskesmas, atau disebut Tata Graha. Hampir semua Puskesmas sekarang ini sedang melakukan kegiatan Tata Graha. Seperti halnya  Puskesmas Tanjungsari, Surian. Cisarua, Rancakalong, Kota Kaler dan Situ Kec. Sumedang Utara, Sukamantri, Kec. Tanjungkerta,  Jatinungga dan Darmaraja.

Selain memugar tampak depan dan menata ruangan, juga menyediakan tempat parkir kendaraan. Bahkan di setiap pojok bangunan dibuat taman dan di dalam ruangan disediakan tempat bermain anak.

“Nantinya, dokter bisa memeriksa kesehatan anak-anak balita di tempat bermain anak, sehingga anak-anak tidak merasa takut. Kami juga akan menyediakan fasilitas kursi roda bagi pasien yang cacat, termasuk menyediakan tempat untuk pasien manula,” kata Anna.

Mengubah perilaku petugas   

Tak hanya bangunan saja, kata dia, Dinkes pun kini sedang mengubah perilaku para petugas Puskesmasnya. Sebab, tak dipungkiri banyak masyarakat yang mengeluh masih ada para petugas Puskesmas yang kerapkali berperilaku judes atau kurang ramah.

Dalam program tersebut, para petugas akan ditanamkan perilaku 3S (senyum, sapa, salam) kepada semua pasien. “Dalam pelayanan kepada para pasien, harus dengan hati.  Para petugasnya tidak boleh judes dan jutek lagi, tapi harus lebih ramah dan santun,” tuturnya.

Lebih jauh Anna menjelaskan, kualitas pelayanan dalam Program Puskesmas Welas Asih, mengacu  pada standar kualitas yang tercantum dalam Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Kualitas pelayanan Puskesmas itu ada empat level, yakni Dasar, Madya, Utama dan Paripurna.  
Diakui, kualitas pelayanan Puskesmas di Kab. Sumedang sebagian besar masih  Dasar dan maksimal baru mencapai kualitas  Madya. Untuk Puskesmas yang sudah kualitas Madya  baru ada 4,  yakni Puskesmas Kota Kaler di Kec. Sumedang Utara, Situraja, Sukamantri, Kec. Tanjungkerta dan Tanjungsari.

 “Melalui program Puskesmas Welas Asih ini, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan Puskesmas. Apabila kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat sudah  meningkat,  pengaruhnya positifnya bisa menekan penyebaran penyakit  menular. Mudah-mudahan program Puskesmas Welas Asih ini bisa berjalan lancar sesuai harapan,” katanya

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com